MABULIR (Majalah Buku Bergilir) BirruNA

0
1604

Mabulir BirruNA
Sri Lestari Linawati

Menindaklanjuti kiriman buku anak dari Cak David RBK untuk BirruNA, pagi ini saya dan Ghani berkunjung dari rumah ke rumah di lingkungan RT 01 Kanoman.

Kebetulan pagi ini Ghani Asakha Abilawa bermain di halaman depan. Dia melihat-lihat Mbak Kiysa yang sedang menyiram pohon mint. Berlanjut Ghani membaca buku cerita. Mas Dihan segera menulis identitas buku-buku tersebut.

“Ghani, yuk kita muter minjemin buku ke teman-teman.. 2 minggu lagi diganti.. agar giliran..” ajakku.

“Yuk,” respon Ghani cepat. Segera dia pulang untuk pamit dan ambil masker. Petualangan dimulai..

Ke rumah Najwa Bu Sarono, distributor teri. Asyik. Sambil melihat sayuran yang ditanam di depan rumahnya: Lombok, terong, kacang panjang.

Ke rumah Mbah Yem. Sang cucu baru dijemput..

Ke rumah Nada. “Eh, Bu Lina, baru mau WA mau pinjam buku, kok sudah diantar. Terima kasih..,” kata Bu Sri ibu Nada.

Fathan saudara Nada, pagi itu menyambut kedatangan kami dengan suka cita.

Dilanjutkan ke rumah Dhiva, Varo dan Asfa. Anak-anak tampak suka cita melihat buku-buku.

Di rumah Mas Thofa, tampak kedua putrinya, dan Aira. Mana ya yang mau dipilih? Ya, ini..

Zidan dan adiknya memilih buku didampingi Sang Ayah.

“Buku tinggal 1, ke mana lagi kita, Ghan?” tanyaku, “ke adiknya Mbak Balqis?”

“Jangan. Di situ anak kecilnya ada 3. Kita bawa ke rumah Wawa saja.. kan tinggal 1,” jawab Ghani.

“Baiklah,” kataku sambil mengiringi perjalanannya.

Wawa menerima buku dengan malu-malu. Mbah Uti, Mbah Kakung dan Ibunya memberikan dukungan, “Terima saja, Nok, dipinjami..”

“Iya, Mbak Wawa, 2 minggu lagi insyaallah kami keliling lagi untuk ganti buku,” kataku.

Wawa tersenyum..

Alhamdulillah, 20 buku pagi ini sudah terdistribusi kepada pembacanya, anak-anak di lingkungan RT 01. Senang melihat raut wajah ceria mereka. Orang tua dan Simbahnya juga senang karena anak memiliki kegiatan. Maklumlah, bosan juga anak-anak harus terus berada di rumah, butuh suasana lain, nuansa berbeda. Kehadiran buku bacaan anak ini sangat membantu menghadirkan keceriaan tersebut.

Tampak ada sebuah harapan dengan hadirnya buku bacaan anak tersebut. Senang melihatnya.

Setidaknya hati ini lega. Padahal awalnya tadi juga ragu dan takut 🤭 takut ditolak

Ketika info buku diwartakan ke grup WA ibu-ibu RT 01, hanya Bu Ranti yang respon.

Mau meninggalkan buku di rumah Bu Ranti, kasihan Bu Ranti sudah banyak kerjaannya. Bila menunggu pembaca yang datang ke sana, juga hanya satu dua orang. Akhirnya memang diniatkan menghadirkan buku ini dari rumah ke rumah. Mabulir BirruNA, majalah buku bergilir BirruNA.

Semoga anak-anak senang, tumbuh minat bacanya dan mengukir mimpinya tentang masa depan.

“Buku adalah jendela dunia.”

Kanoman, 14 Juni 2020

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here