BELANJA BUKU ADALAH SUATU KEHORMATAN

0
916

Catatan Menulisku (52)

BELANJA BUKU ADALAH SUATU KEHORMATAN
Oleh: Agung Nugroho Catur Saputro

Judul tulisan saya kali ini terinspirasi dari tagline-nya CEO penerbit Diomedia, yaitu bapak Ngadiyo. Saya suka dengan tagline tersebut karena mampu merepresentasikan apa yang saya rasakan.Tagline tersebut secara cantik dan elegan mengajak orang untuk berbelanja buku bukan karena kebutuhan tapi karena suatu kehormatan. Sebuah pemilihan kata yang pas dan unik.

Kita semua pasti mengetahui bahwa buku adalah sumber ilmu pengetahuan. Di dalam sebuah buku terkandung ilmu sang penulisnya. Dengan membaca buku, maka berarti kita sedang mempelajari ilmu yang dimiliki penulisnya. Sebuah buku yang kita baca bisa dianalogikan bagaikan seorang guru yang sedang mengajari kita.

Coba kita renungkan analogi berpikir ini. Jika kita membaca banyak buku, maka berapa banyak guru yang telah mengajari kita? Bayangkan kalau buku yang kita baca merupakan karya tulis bermutu hasil riset dan pemikiran para ulama dan ilmuwan yang berkualitas tinggi? Alangkah beruntungnya kita bisa belajar kepada mereka para penulis hebat. Alangkah terhormatnya kita bisa berkesempatan mempelajari ilmu-ilmu mereka. Alangkah bahagianya kita bisa menjadi sarana penyebaran ilmu pengetahuan. Alangkah tersanjungnya kita ketika mampu menghargai jerih payah para penulis profesional tersebut. Semua itu bisa terjadi jika kita bersedia membeli buku yang orisinal (bukan bajakan).

Bagi saya, membeli buku itu membahagiakan. Saya merasakan perasaan yang berbeda ketika membeli buku dibandingkan ketika membeli barang kebutuhan lain. Misalnya sehabis membeli makanan dan menyantapnya, kepuasannya hanya sebatas merasakan kelezatan makanannya dan itupun sebatas ketika makanan masih di mulut. Tetapi ketika membeli buku, muncul rasa puas, senang, bahagia. Apalagi setelah melihat buku baru tersebut ikut berjejer rapi di rak buku di rumah, tidak bosan-bosannya untuk terus melihatnya.

Terkadang setelah membeli buku baru, ada buku yang habis saya baca dalam sekali duduk, tapi juga ada yang saya baca sinopsis dan daftar isinya saja untuk memetakan dalam pikiran saya jika sewaktu-waktu ingin membacanya lebih serius. Saya sering hanya membaca sinopsis dan daftar isi buku sebagai bekal saya nanti jika ingin membaca secara serius dan mendetail.

Saya senang membeli, membaca dan mengkoleksi buku-buku yang beraneka genre. Tetapi saya lebih suka buku-buku pemikiran, bukan buku-buku best practice. Menurut saya, dengan sering membaca buku-buku pemikiran banyak penulis akan dapat memperluas wawasan keilmuan kita dan memperkaya kita tentang berbagai cara pandang dan sudut pandang terhadap suatu permasalahan.

Melalui kebiasaan membaca banyak buku, kita akan menemukan berbagai pendapat, pandangan dan pemikiran yang berbeda dari para penulisnya. Dari aktivitas membaca banyak buku ini akan memunculkan kesadaran diri bahwa setiap orang memiliki cara dan sudut pandang yang mungkin berbeda terhadap suatu masalah. Dari aktivitas membaca ini kita akan menemukan bahwa klaim-klaim kebenaran itu bersifat relatif. Setiap orang (penulis buku) memiliki cara pandang yang berbeda dan argumentasi yang berbeda pula. Akhirnya kita akan memiliki ruang yang luas di hati kita untuk menerima adanya perbedaan pendapat. Kita akan memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap perbedaan persepsi dan penafsiran terhadap suatu masalah. Kita tidak akan mudah meyakini satu pendapat sebagai yang paling benar. Kita tidak akan mudah bersikap taklid buta terhadap suatu pendapat karena boleh jadi kita juga memiliki pandangan sendiri yang berbeda.

Berangkat dari pemikiran di atas dan karena faktor minat, maka saya suka membeli buku. Setiap melihat buku-buku yang bagus ingin saya beli. Bagi saya godaan untuk membeli buku jauh lebih berat dibanding godaan membeli barang-barang branded. Bagi saya, buku adalah barang berharga. Buku adalah barang berharga yang sangat menggoda untuk dimiliki.

Awal tahun 2020 ini alhamdulillah dapat rezeki dari aktivitas menulis buku, maka sebagian rezeki tersebut saya pergunakan kembali untuk membeli buku. Jadi ibaratnya “dari buku untuk buku”. Selama hampir dua bulan ini karena kecintaan saya pada buku, saya telah membeli puluhan buku untuk menambah koleksi buku di perpustakaan pribadi di rumah. Buku-buku tersebut bukan untuk saya jual lagi tapi memang untuk saya koleksi sendiri karena kecintaan saya pada buku.

Berkaitan dengan kegilaan saya dalam membeli buku tersebut, dulu saya pernah melakukan tindakan yang mungkin boleh dibilang sebagai tindakan aneh dan tidak wajar. Waktu itu saya membeli satu paket buku ensiklopedia yang berjumlah 10 jilid sekaligus, dimana harga rata-rata perbuku 400 ribu. Sampai di rumah istri sedikit heran dan agak kaget setelah tahu harga bukunya. Maafkan suamimu ini ya istriku. Tapi..ya begitulah saya. Karena begitu cintanya saya pada buku kadang sampai nekat dan tidak eman-eman mengeluarkan dana yang lumayan besar hanya demi memanjakan diri memiliki buku-buku yang menurut saya sangat bagus dan berbobot. Bagi saya uang masih bisa dicari tapi kesempatan menemukan dan memiliki buku-buku yang bagus dan berkualitas tidak selalu ada. Bagaimana dengan anda?

Gumpang Baru, 27/02/2020

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here