Cerdas Tabah Meraih S3

0
279

Oleh Masruri Abd Muhit Lc

Orang beriman meyakini bahwa kehidupannya tidaklah sebatas kehidupan di alam dunia ini, tetapi kehidupannya akan berlanjut dalam kehidupan alam barzakh yang merupakan alam transisi dari alam dunia ke alam selanjutnya, alam akherat, alam dimana semua akan dibangkitkan untuk menuju alam keabadian.

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

Darinya (tanah) Kami ciptakan kalian, ke dalamnya Kami kembalikan kalian, dan darinya akan Kami kembalikan kalian sekali lagi. QS. Thoha. 55.

Dengan keimanan dan keyakinan itu orang beriman bukan hanya mempunyai cita cita atau visi dalam hidupnya untuk sukses atau selamat di alam dunia yang fana ini saja, tetapi juga selamat ketika berada di alam kubur atau alam barzakh, dan terus selamat di alam akherat saat dibangkitkan nanti pada hari berbangkit. Atau boleh diistilahkan dengan S3, selamat dalam tiga alam.

Atau seperti yang dinyatakan oleh Allah tentang Yahya bin Zakariyya dalam Al-Qur’an surat Maryam 55

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا .

Dan selamatlah ia pada hari dilahirkan, pada hari meninggal, dan pada hari dibangkitkan hidup hidup.

Lain dengan orang tidak beriman, cita cita dan missi hidupnya hanya untuk keselamatan dan kesuksesan di kehidupan alam dunia ini saja, apapun yang diusahakan dan diperjuangkan hanyalah untuk kesuksesan dan kenikmatan di dunia ini, bahkan cara apapun dilakukannya tidak ada aturan syareat yang dipedulikannya. Kalaupun sukses, maka suksesnya hanya di dunia, sementara di dua alam selanjutnya dia akan gagal, dan itu hanyalah kesuksesan kecil saja.

Sukses di dunia itu akan menjadi sukses besar, bila sukses itu berlanjut pada sukses pada dua alam berikutnya, dan itu akan bisa diraih bila meraihnya dengan cara cara yang tidak bertentangan dengan ajaran Allah melalui rasulNya. Atau dengan kata lain bahwa kunci meraih sukses besar atau S3 itu dengan mentaati Allah swt dan rosulNya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar, Dia akan memperbaiki amal perbuatan kalian dan memberikan ampunan kepada kalian. Barang siapa mentaati Allah dan rasulNya maka dia akan sukses besar. QS. Al Ahzab 70-71.

Namun tentu saja untuk bisa meraih sukses besar dengan melakukan ketaatan kepada Allah dan rasulnya itu tidaklah mudah, diperlukan adanya kesabaran tingkat tinggi dan mentalitas tahan banting, serta ketabahan yang luar biasa, mengingat banyak godaan dan rintangan yang menghadang dan menggoda, baik dari dalam diri berupa hawa nafsu ataupun godaan di luar dirinya berupa syetan atau yang lainnya.

Salah satu mentalitas yang harus ada untuk bisa itu, adalah mentalitas siap fight, siap memberi dan siap berkorban serta berjuang dalam situasi apapun, baik dalam keadaan senang atau sulit, lapang atau sempit melilit.

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

Yaitu orang orang yang siap berkorban dalam keadaan senang dan keadaan sulit. QS. Ali Imron 134

Kesabaran dan ketabahan serta tahan banting yang hakiki pada seseorang akan terwujud dengan keyakinan yang kuat terhadap janji janji Allah bagi orang-orang yang taat dan ancaman ancamanNya pada mereka yang tidak mau taat. Semakin kuat keyakinan seseorang pada janji janji dan ancaman ancamanNya, maka semakin kuat kesabaran dan ketabahan serta ketahan bantingannya dalam taat dan menjauhi maksiat.

Dalam surat Al A’rof ayat 201, Allah swt berfirman

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ .

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila digoda bisikan syetan mereka segera ingat kemudian mereka melihat dengan nyata. QS. Al A’rof 201.

Dalam tafsir Thobary dinyatakan bahwa orang-orang yang bertaqwa bila dibisiki syetan mereka segara ingat dosa dan terbayang didepannya adzab yang akan menimpa mereka sehingga kemudian tidak jadi mengikuti bisikan syetan itu.

Nabiyyullah Yusuf AS saat digoda oleh ajakan istri tuannya dan diapun lama-lama mau tergoda, namun kemudian dia tidak jadi melakukan ajakan itu lantaran melihat bayangan nabi Ya’qub yang mengingatkan akibat dosa melakukan zina itu.

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَن رَّأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

Dan ketika dia (istri tuannya) sudah menginginkannya (Yusuf) dan Yusuf pun juga menginginkannya, kalaulah Yusuf tidak melihat keterangan Tuhannya (tentu akan terjadi), begitulah agar Kami bisa menghindarkannya dari kejelekan dan dosa keji, sesungguhnya dia itu termasuk hamba-hamba Kami yang ikhlas. QS. Yusuf 34.

Addohhak yang dikenal dengan Ahnaf bin Qois, seorang jendral muslim yang cacat dan meninggal di Kufah tahun 687, saat tua dan digoda untuk tidak berpuasa beliau menjawab dengan kata kata yang sangat terkenal

الصبر على طاعة الله أهون من الصبر على عذابه

Bersabar untuk taat kepada Allah lebih mudah dari pada harus bersabar menahan adzabNya.

Dalam Al Qur’an surat Al Insan, Allah swt menceritakan penciptaan manusia, kemudian dijadikannya bisa mendengar dan melihat dan ditunjukkannya jalan, dan diberikannya pilihan imma mau bersyukur atau kufur. Namun pilihan itu masing masing mempunyai konsekwensi, bagi yang kufur akan disediakan rantai dan belenggu serta api neraka, kehidupan yang penuh kesengsaraan, sementara bagi yang bersyukur akan diberi kehidupan yang dipenuhi kenikmatan dalam surga sebagai puncak kenikmatan.

Manusia bebas memilih tidak dipaksa, tetapi masing masing pilihan jelas resiko dan konsekwensinya. Tentu suatu yang bodoh kalau salah memilih karena keduanya sangat jelas, satunya jalan menuju jurang kesengsaraan abadi, sementara yang kedua jalan yang muaranya pada taman surga yang dipenuhi kenikmatan abadi.

لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ . البقرة ٢٥٦

Tidak ada paksaan dalam agama, telah jelas yang benar dari yang sesat, maka barang siapa yang mengingkari Thogut, dia telah berpegang pada tali yang kuat, tidak akan terlepas, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. QS. Al Baqarah 256.

Hanya orang yang bodoh dan tidak cerdas yang salah memilih. Orang yang pandai dan berfikiran cerdas akan memilih dengan benar meski dengan pilihan itu dia harus menghadapi banyak tantangan, karena memang yang dicita-citakan adalah kenikmatan puncak yang abadi, dimana digambarkan sebagai kenikmatan yang tidak pernah terambah oleh pandangan mata, tak pernah terendus oleh pendengaran, dan bahkan tidak pernah terdetik pada bayangan hati manusia.

ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر

Tak terlihat oleh mata, tak terdengar oleh telinga dan tak terdetik sedikitpun pada hati manusia.

Selain karena yang harus dihindarkannya adalah adzab neraka yang sangat pedih yang kalau ujung jari menginjaknya maka ubun ubun di kepala akan mendidih.

Untuk itulah rasulullah Saw saat mendefinisikan orang yang cerdas, beliau menyatakan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang bisa menundukkan nafsunya, dalam artian mau bersusah susah berjuang tahan banting, dan berbuat untuk apa apa sesudah mati, dalam artian mau berdarah darah untuk mencapai tujuan hidup bahagia di akherat.

قال صلى الله عليه و سلم : الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت والأحمق من أتبع نفسه هواها وتمنى على الله الأماني

Rosulullah saw bersabda : Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan nafsunya dan yang beramal untuk sesuatu sesudah mati, sedang orang yang bodoh adalah orang menjadikan dirinya mengikuti hawa nafsunya, dan berangan angan panjang pada Allah HR. Ahmad dalam Musnad 4/124, juga Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Syadad bin Aus.

Orang orang yang cerdas tidak akan mau ikut ikutan mendukung atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syareat Allah dan rosulNya, meskipun itu datang dari para tokoh, penguasa apalagi syetan, karena mere mengetahui dan meyakini bahwa yang mereka ikuti itu nanti akan berlepas tangan saat hari pembalasan.

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ البقرة ١٦٦

Ingatlah saat orang orang yang diikuti dari orang orang yang mengikuti, sedang mereka melihat adzab dan segala sebab sudah terputus. QS. Al Baqarah 166.

Orang orang yang cerdas tidak akan menyia nyiakan kesempatan untuk berinfaq, memberi makan orang yang membutuhkan, menyumbang pembangunan masjid, pesantren dan lain lain selagi masih ada kemampuan dan kesempatan, karena mereka mengetahui dan meyakini bahwa mereka akan menyesali saat mereka dipanggil oleh Allah swt bila tidak melakukan itu.

وَأَنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ . المنافقون ١٠

Dan berinfaqlah kalian dari rizqi rizqi yang Kami berikan kepada kalian sebelum ajal menjemput seorang dari kalian kemudian berkats, wahai Tuhan, kalaulah Engkau memberikan kesempatan kepadaku sebentar saja, tentu aku akan bersedekah dan menjadi bagian dari orang orang yang soleh. QS. Al Munafiqun 10.

Orang orang yang cerdas tidak akan pernah mencuri, mengambil hak orang lain atau korupsi, atau berbuat maksiat meskipun tidak diketahui oleh orang, karena mereka mengetahui dan meyakini bahwa kalaupun tidak ada yang melihat atau bisa lolos dari mahkamah dunia mereka tidak akan pernah lolos dari mahkamah akherat, karena tangan tangan mereka akan berbicara dan kaki kaki mereka akan bersaksi di mahkamah akherat sementara mulut mulut mereka akan terkunci.

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ يس ٦٥

Pada hari itu Kami mengunci mulut mulut mereka, sedang tangan tangan mereka akan berbicara kepada Kami dan kaki kaki mereka akan bersaksi dengan apa yang mereka usahakan. QS. Yasin 65.

Orang orang yang cerdas tidak akan ingin menyia nyiakan umur hidup mereka kemudian lalai beramal soleh, karena mereka mengetahui dan meyakini bahwa mereka akan tidak bisa beralasan tidak mempunyai kesempatan di hadapan Tuhan saat dijebloskan ke Neraka.

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِن نَّصِيرٍ فاطر ٣٧

Dan mereka berteriak teriak di dalamnya (neraka), wahai Tuhan kami, keluarkan kami agar kami bisa beramal soleh tidak seperti amal yang telah kami amalkan dahulu. Bukankah Kami telah memberi kalian umur yang seseorang bisa ingat dan kalian telah diberi peringatan, maka rasakanlah, tidak ada yang bisa menolong bagi orang-orang yang dzalim. QS. Fatir 37.

Demikianlah, semoga kita semua termasuk orang-orang yang cerdas yang tabah untuk taat dan meraih S3, sukses di tiga alam dunia, barzakh dan akherat.

Talangsari Jember, 13 Maret 2020.

#EDISINGAJIJUMPA#
#JUMATPAGI#

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here