DALAM SUJUD

0
117

Shalat arti dasarnya doa, permohonan. Intisari ibadah adalah doa, menyeru, mengingat, memohon, meminta, mendekatkan diri kepada Allah swt dengan menyebut-Nya setiap saat. Adakah manusia yang tidak membutuhkan pertolongan Allah swt?

Dialah Allah swt Yang menciptakan manusia dan menyempurnakan penciptaannya. Yang menentukan hukum semesta dan memberi bimbingan. Yang menumbuhkan rerumputan dan menjadikannya tunggul kehitaman. (QS 87:1-5).

Allah swt begitu dekat dengan hamba-hamba-Nya.

Apabila para hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, jawablah, sesungguhnya Aku sangat dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, supaya mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS 2:186).

Bimbingan Allah swt tentang pertolongan-Nya demikian praktis dan sederhana.

Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya shalat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan hanya kepada-Nya mereka kembali. (QS 2:45-46).

Doa dan usaha dalam pengalaman hidup manusia ibarat dua sisi dari satu keping mata uang. Doa menghimpun tenaga dan menuntun usaha. Bahkan, dalam pandangan KH Hasyim Muzadi, doa dan usaha pada dasarnya adalah satu. Doa adalah usaha batiniyah dan usaha adalah doa lahiriyah. Pertolongan Allah swt niscaya datang kepada mereka yang sungguh-sungguh memenuhi seruan-Nya.

Shalat mencegah perbuat keji dan mungkar.

Sampaikanlah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Al-Quran dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS 29:45).

Keberuntungan, keberhasilan, dan kejayaan adalah bagi mereka yang istiqamah dan khusyuk dalam shalat.

Sungguh, orang-orang yang beriman benar-benar beruntung. Yaitu mereka yang senantiasa khusyuk dalam shalatnya. Mereka yang selalu menjauhkan diri dari perbuatan tidak bermanfaat. Mereka yang senantiasa menunaikan zakat dan menjaga kemaluannya, kecuali terhadap pasangan mereka atau budak yang mereka miliki; mereka tidak tercela. Siapa yang mencari di balik itu, merekalah yang melampaui batas. Mereka yang setia memelihara amanat yang dipikul dan janjinya. Mereka yang selalu memelihara shalatnya. Itulah para ahli waris yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (QS 23:1-11).

Shalat yang dilakukan dengan terpaksa, malas, dan riya tidak fungsional dan tidak bernilai di hadapan Allah swt.

Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi pangan orang miskin. Celakalah orang-orang yang   lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan menolong dengan barang berguna. (QS 107:1-7).

Sesungguhnya orang-orang munafik itu berusaha menipu Allah dan Dia pun membalas tipuan mereka. Apabila berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka riya di hadapan manusia dan tidak menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS 4:142).

Tidak ada yang menghalangi untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya, kecuali karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengerjakan shalat, kecuali dengan malas, dan tidak pula menafkahkan harta mereka, kecuali dengan rasa terpaksa. (QS 9:54).

Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhan, kerjakanlah amal kebaikan dan dalam beribadah kepada Tuhan janganlah persekutukan dengan siapa pun. (QS 18:110).

Shalat dimulai dengan menyapa Tuhan penuh takzhim, “Allahu akbar – Allah Maha Besar,” dan diakhiri dengan salam, menyapa sesama manusia untuk kedamaian, “Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu – Semoga keselamatan, rahmat, dan barakah Allah swt dilimpahkan kepadamu.”

Muslim shalat dengan berdiri tegak, rukuk (membungkuk), bersujud, dan duduk bersimpuh di hadapan Tuhannya. Shalat berisi doa-doa dan munajat kepada Allah swt.

Allah, Engkau Maha Besar

Ya Allah, jauhkanlah aku dari segala salah

Sebagaimana Engkau jauhkan timur dan barat

Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan

Seperti pakaian putih bersih dari kotoran

Ya Allah, cucilah segala salahku dengan air, salju, dan embun.

 

Aku berlindung kepada-Mu dari setan terkutuk

Dengan nama-Mu Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih

Segala puji bagi-Mu, Pemelihara Semesta alam

Maha Pemurah, Maha Pengasih

Penguasa Hari Perhitungan

Engkaulah Yang kusembah, dan kepada-Mu saja aku mohon pertolongan

Tunjukilah aku jalan lurus

Jalan mereka yang Kauberi segala kenikmatan

Bukan yang mendapat murka

Bukan pula yang sesat jalan

Tuhan, kabulkan permohonanku.

 

Dengan nama-Mu Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih

Demi waktu sepanjang sejarah

Sungguh, manusia dalam kerugian

Kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan

Saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

 

Allah, Engkau Maha Besar

Engkau Maha Suci

Dengan memuji-Mu aku mohon ampun.

 

Semoga Engkau mendengarkan orang yang memuji-Mu.

Tuhan, milik-Mu segala pujian.

Allah, Engkau Maha Besar

Ampunilah aku

Kasihanilah aku

Cukupilah aku

Tunjukilah aku

Curahkanlah rezeki untukku.

Allah, Engkau Maha Besar

Segala kehormatan, kebahagiaan, dan kebaikan adalah milik-Mu

Keselamatan, rahmat, dan berkah-Nya semoga terlimpah bagi engkau ya Nabi

Juga bagi kami dan hamba-hamba-Nya yang baik

Aku bersaksi, tiada Tuhan melainkan Engkau

Aku bersaksi, Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.

Ya Allah, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarga

Sebagaimana Engkau limpahkan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga

Berkahikah Nabi Muhammad dan keluarga

Sebagaimana Kauberkahi Nabi Ibrahim dan keluarga

Sungguh, Engkau Maha Terpuji, Maha Mulia.

 

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu

Dari siksa jahanam dan kubur

Dari fitnah hidup dan mati

Dari fitnah pengembara yang dusta.

 

”Ya Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu-lah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS 3:26).

”Ya Allah, tampakanlah kepada kami yang hak itu hak dan anugerahkanlah kepada kami kekuatan untuk mengikutinya, dan tampakkanlah kepada kami yang batil itu batil dan anugerahkanlah kepada kami kekuatan untuk menjauhinya.”

”Ya Allah,  pancarkanlah cahaya  kasih-sayang-Mu, agar kami saling menyayangi antarsesama dan lindungilah kami dari marabahaya. Ya Allah, peliharalah lisan kami, agar hanya mengeluarkan kata-kata  yang baik, benar, indah, bermanfaat, dan bermartabat.”

“Ya Allah, hadirkanlah untuk memimpin kami orang yang baik di antara kami dan janganlah engkau hadirkan untuk memimpin kami orang jahat di sekeliling kami.”

Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.[]

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here