DARI BOLA KAKI KE BOLA JEMPOL (Review Buku “Indahnya Masa Kecil, Hidup Tenang tanpa Gadget”)

0
106

Oleh Syahrul*

Setiap zaman memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya. Masa kecil generasi Baby Boomer (1946-1964) tentu akan berbeda dengan generasi X (1965-1980). Begitu pula dengan generasi milinieal (1997-2007) akan berbeda dengan generas selanjutnya, yaitu generasi Alfa.

Tidak hanya budaya dan teknologi yang berubah atau mengalami disrupsi, pun dunia anak yang penuh dengan permainan dan kebahagian. Permainan generasi Baby Boomer dan X yang lebih banyak mengandalkan gerakan, kebersamaan dan interaksi di dunia nyata berganti dengan dunia yang serba maya, di layar kaca seukuran kotak kecil. Gerakan lari seluruh tubuh mengejar bola, kini diganti dengan hanya menggerakkan jempol sambil ngemil. Sama permainannya tapi beda rasanya.

Sebelum playstation masuk desa, setiap sore kita akan menyaksikan di kampung-kampun anak-anak ramai bermain bola. Ada yang bola volley, bola takraw, tidak sedikit yang bermain layang-layang dan permainan tradisonal lainnya. Kemudian perlahan mulai berkurang, anak-anak mengganti bola kaki dengan bermain PS di rental-rental. Seiring perkembangan teknologi, muncul beragam game yang menarik dan menantang. Semuanya bisa dimainkan dalam genggaman handphone.

Generasi milenial atau bisa juga disebut generasi langgas yang lahir sekitar 1997-2007 adalah generasi yang sangat memiliki ketergantungan pada gadget. Salah satu cirinya, “No Gadget No Life.”

Buku ini mencoba mengungkap memori masa lalu, agar menjadi cerita masa depan. Bahwa dulu kita pernah bahagia tanpa diganggu oleh sebuah alat bernama gadget. Merupakan buku antologi pertama dari komunitas penulis Kab. Magelang. Berawal dari hobi yang sama kemudian bergabung dalam WAG membuat komitmen menulis. Setiap bulan menulis bersama dengan tema yang sudah disepakati sebelumnya. Salah satu tema tulisan wajib itu adalah tentang dunia anak zaman old.

Tema ini lahir sebagai respon dan reaksi keprihatinan para penulis terhadap gaya dan pola hidup anak-anak zaman now. Seperti memutar jarum jam mundur ke belakang, mengais-ngais memori yang masih tersimpan, kemudian menggoreskannya dalam bentuk cerita yang mengalir deras menjadi tulisan yang terhidang dalam bentuk buku.

Membaca buku ini akan membawa kita terbang ke masa yang penuh kenangan. Bagi generasi milenial, buku ini ibarat membaca kisah cerita petualangan yang seru. Bahwa pernah ada dunia seperti itu. Bagi yang ingin memiliki buku ini, silakan menghubungi nomer yang tercantum. Insyaallah manfaat.

Terimakasih buat Dr. Arfan, Prof. Muhammad Chirzin, dan Mas Febry atas segala kebaikannya memberikan testimoni di buku ini.

“Dunia saat ini digambarkan oleh Thomas L Friedman dengan tiga kata: Hot, Flat and Crowded. Selalu update informasi (Hot), Flat karena dunia hanya dalam benda datar dan Crowded sebab arus data setiap detik berseliweran. Buku ini mengajak pembaca melepas sejenak tiga kata itu, yang seringkali melekat dalam rutinitas kita. Mengenang kembali masa-masa indah tanpa gadget, agar menjadi cerminan anak generasi Alpha bahwa tanpa gadget kita dahulu juga bisa bahagia.” (Dr. M. Arfan Mu’ammar, M.Pd.I., Ketua Sahabat Pena Kita)

“Buku ini menyajikan kenangan-kenangan masa kecil dengan aneka permainan, petualangan, suka-duka, persahabatan, dan kebahagiaan yang menjadikan orang dewasa tetap muda dan ceria.”
(Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag., Guru Besar Tafsir Al-Quran UIN Sunan Kalijaga dan Dosen S3 Prodi Psikologi Pendidikan Islam UMY, penulis buku _Mosaik Meme Muhammad Chirzin_, 2020, dan 50an buku lainnya).

“Bermain adalah fitrah manusia. Hampir tidak ada seorang manusia pun yang tidak suka bermain, apalagi bagi anak-anak. Namun sayang, permainan anak-anak kita saat ini didominasi oleh sebuah benda kecil di genggaman yang terbukti berpengaruh negatif bagi perkembangan fisik dan psikis mereka. Buku ini menceritakan kisah-kisah menarik, indah, dan menggugah tentang bermain dengan berbagai permainan tradisional. Sangat menarik dibaca bagi siapa saja yang prihatin dengan permainan anak-anak zaman now.” –Febry Suprapto
Instruktur Nasional Satu Guru Satu Buku (Sagusabu) MediaGuru

*Syahrul, kontributor dan editor buku Indahnya Masa Kecil, Hidup Tenang tanpa Gadget.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here