Edukasi Pestisida Nabati dan Gerakan Menanam

0
1111

Oleh: Sri Lestari Linawati

Di antara kegiatan hari ini yang harus saya tunaikan adalah mendampingi mahasiswa Bioteknologi Unisa Yogyakarta dakwah masyarakat. Tema yang diangkat adalah “Edukasi Pestisida Nabati dan Gerakan Menanam.” Tiga mahasiswa yang bertugas adalah Puput, Henny dan Miftah.

Sore. Matahari bersinar cerah. Tanah basah setelah tadi malam hujan mengguyur. Tak ingin kulewatkan kesempatan bagus ini. Saya sudah berjanji pada mereka untuk hadir. Ada sebuah kepuasan tersendiri bila berkesempatan membersamai mereka. Ketiga mahasiswi ini tampak santai berinteraksi dengan audiens.

Memetik Daun Pepaya di Kebun

Melihat mahasiswa mempresentasikan ilmunya di hadapan audiens, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan audiens, praktek membuat pestisida nabati, dan menanam adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Kok? Tentu saja saya berbahagia karena akhirnya berani juga mereka tampil. Rasanya masih kemarin mereka alasan ini itu tidak berani segera dakwah. Bahkan saya harus menemui dosen prodi untuk menunggu jawaban mereka.

Saya turut larut dalam kegiatan ini. Asyik saja. Memetik daun-daun pepaya yang ada di halaman RBK. Memotong-motongnya. Masukkan potongan daun pepaya ke wadah, tambahkan air, diblender. Tambahkan sedikit deterjen. Tutup rapat. Diamkan semalam agar terjadi fermentasi. Besok dibuka, disaring. Campurkan air sekira 2 liter. Gunakan menyemprot tanaman.

Tes Benih

Dilanjutkan menanam. Tanah yang telah dicampur dimasukkan polybag. Benih tomat dan terong dimasukkan polybag. Adapun benih sawi dan bayam diseleksi dulu dalam air. Benih yang tenggelam artinya yang baik. Adapun biji yang terapung, menandakan sudah buruk, dibuang saja.

Ada rasa lega bisa menanam. Untuk apakah kita harus menanam? Untuk menjaga ekosistem alam. Bukankah kita bisa melakukan hal-hal sederhana untuk kemajuan umat?

Bahagia kedua karena menanam adalah bagian kegiatan RBK. Kak La Halufi, Kak Dafrin, Kak Lukman, Kak Syahrul Pora dan Kak Dani menerima kunjungan ini dengan baik dan hangat. Diskusi kadang diselingi guyonan ala mahasiswa. Tertawa kami semua dibuatnya.

Satu hal bermakna yang kami dapatkan sore ini adalah tentang biji sawi. Al-Quran mengupas masalah biji sawi. Kebaikan sebesar biji sawi pun akan dibalas Allah dengan kebaikan pula.

Selamat Menanam.
Salam Literasi.

Yogyakarta, 24 November 2019

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here