Generasi “Nunduk” Agar Sukses Membangun Karir

0
757

Oleh Agung Kuswantoro

Kata siapa sekarang dikatakan generasi milineal? Kata siapa, sekarang dikatakan generasi 4.0? dan, kata siapa sekarang dikatakan generasi era disrupsi?

Itu semua tidak tepat, kata Dr. S. Martono, M.Si. Yang tepat adalah sekarang generasi ‘nunduk’. Dimana-mana orang sedang ‘nunduk’. Saat upacara, makan, minum, cerita (teman yang disamping), mengaji, antrian di kereta/bandara dan aktivitas lainnya kebanyakan orang sedang ‘nunduk’. Alias melihat HP.

Lalu, baiknya bagaimana? Memegang dan membawa HP itu ada waktunya. Disaat bekerja dan mengendarai kendaraan, jelas tidak memegang dan membaca HP, ujar Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan UNNES tersebut.

Hasil survei dan laporan UPT TIK UNNES, bahwa 80 % orang pengguna internet di UNNES adalah membuka youtube. Bukan/membuka journal atau hasil publikasi. Hal ini berarti sasaran penggunaan internet menjadi kurang tepat.

Melihat keadaan ini menjadi kurang tepat. Oleh karenanya, jika Anda ingin sukses dengan cara seperti ini, pasti susah. Berarti Anda harus mengatur dan membangun karir dari sekarang. Berikut tips-tipsnya:

Pertama, tetapkan tujuan. Bukan keinginan. Tujuan sesuai dengan kebutuhan. Termasuk merancang target.

Kedua, buatlah skala prioritas. Hal-hal yang sangat penting didahulukan dengan cara menganalisis kelemahan dan kelebihan dalam diri Anda. Urutkan target mana yang harus diselesaikan. Kemudian, rasionalkan target tersebut, jangan lupa, ukur keterbatasan dalam target tersebut.

Ketiga, bergaul dan membangun jejaring. Mengapa kita bergaul? Karena kodrat sebagai manusia sebagai makhluk sosial. Setiap bertemu orang, maksimalkan kesempatan tersebut. Karena dalam pertemuan tersebut ada peluang.

Keempat, tingkatkan percaya diri. Percaya kepada kemampuan Anda. Jika orang lain bisa, mengapa Anda tidak bisa? Caranya bagaimana? Dengan menambah kemampuan diri Anda.

Kelima, ikutilah trend. Ingat dunia cepat berubah. Ambillah pelajaran masa lalu untuk berubah lebih baik.

Keenam, mintalah dukungan orang terdekat. Orang lain itu lebih jeli melihat kita. Nilailah orang lain, bukan menilai diri sendiri. Saya ganteng itu yang menilai orang lain, bukan yang menilai diri sendiri.

Terakhir, ketujuh, jangan lupa bahagia. Bahagiakan dirimu dahulu. Buktikan, bahwa Anda adalah orang yang berhasil. Sadarkan bahwa Anda adalah seorang pemimpin yang berhasil.

Semoga Anda bukan menjadi korban generasi ‘nunduk’, namun ‘nunduk’ pada waktu yang tepat. Pasti, Anda akan sukses dengan tujuh tahapan di atas. Lakukanlah ketujuh tahapan di atas, tunggu apa yang akan terjadi nanti! []

Semarang, 15 September 2019

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here