KOLEKSI BUKU KARYA TEMAN : WUJUD APRESIASI KEPADA SESAMA PENULIS

0
2725

Koleksi Buku Karya Teman : Wujud Apresiasi Kepada Sesama Penulis
Oleh :
Agung Nugroho Catur Saputro

Ketika menempuh pendidikan sarjana saya sudah mulai menyukai dunia literasi, terutama literasi menulis. Saya mengawali hobi menulis dengan sering ikut lomba-lomba penulisan karya tulis ilmiah dan buku. Alhamdulillah pernah memperoleh juara pada lomba penulisan karya ilmiah dan penulisan buku.

Saya senang membeli dan mengkoleksi buku-buku berbagai genre. Dulu sewaktu masih kuliah S1, setiap bulan saya selalu menyempatkan pergi ke toko buku dan membeli minimal satu buku. Tetapi sekarang, rata-rata setiap bulan saya bisa membeli 2-3 buku untuk menambah daftar koleksi buku di perpustakaan pribadi di rumah.

Di setiap kesempatan jika kebetulan menemukan stand penjual buku, saya pasti menyempatkan diri untuk melihat-lihat display buku-buku yang dijual, barangkali ada buku yang judulnya menarik. Saya sangat bahagia ketika dapat menambah jumlah koleksi buku-buku di rumah. Saya senang melihat buku-buku tersebut berjejer rapi di rak buku di rumah, bersama dengan deretan buku-buku karya saya sendiri. Alhamdulillah, di rak buku perpustakaan pribadi saya telah terjejer puluhan buku karya saya sendiri, berdiri tegak bersama buku-buku karya penulis lain.

Ketika menemani istri belanja kebutuhan keluarga di supermarket, selalu tempat yang pertama saya tuju adalah stand toko buku. Saya selalu mengecek stand toko buku tersebut, barangkali ada buku baru yang didisplay. Terkadang saya lebih asyik di toko buku tersebut sedangkan istri dan anak-anak melanjutkan berbelanja kebutuhan rumah tangga.

Buku-buku koleksi saya kebanyakan saya beli di toko buku atau sewaktu ada pameran buku murah. Selain itu, ada juga buku-buku yang saya beli dari teman-teman sesama penulis. Saya senang membeli buku-buku yang ditulis teman sendiri, bagi saya itu adalah cara saya menghargai mereka dan sarana menjalin tali silaturahmi.

Beberapa teman penulis dimana saya pernah berjumpa secara langsung, beberapa buku mereka telah mengisi koleksi buku-buku saya. Di antara teman penulis yang telah saya koleksi bukunya adalah bapak Adrinal Tanjung, Dr. Ngainun Naim, Dr. M. Arfan Muammar, Dr. Didi Junaedi, Haidar Musyafa dan Husni Mubarok.

Adrinal Tanjung, sang Birokrat Menulis. Beliau seorang birokrat di KemenPAN-RB yang menekuni dunia literasi. Saya mengenal beliau berawal dari media sosial hingga akhirnya bisa bertemu secara langsung. Saya memiliki tiga judul buku karya beliau. Dua judul buku saya peroleh secara gratis ketika bertukar buku saat beliau datang ke kota Solo dan satu judul buku saya beli. Ketiga judul buku karya pak Adrinal Tanjung yang saya koleksi adalah Birokrat pun Bisa Menulis (Biografi Adrinal Tanjung), Birokrat Menulis, dan Birokrat Menulis 2. Saat ini saya sedang berusaha untuk dapat mengoleksi buku terbaru beliau yang berjudul Birokrat Menulis 3.

Dr. Ngainun Naim adalah salah satu motivator saya dalam membangkitkan semangat menulis. Beliau merupakan salah satu penulis senior di grup Sahabat Pena Kita (SPK), komunitas penulis dimana saya menjadi salah satu anggotanya. Saya mengoleksi buku-buku karya Dr. Ngainun Naim sebanyak 4 judul, dan semuanya saya peroleh dengan cara membeli. Keempat judul buku beliau yang ikut menghiasi rak buku perpustakaan pribadi saya adalah Teraju, Proses Kreatif Penulisan Akademik, Menipu Setan, dan Spirit Literasi.

Dr. M. Arfan Mu’ammar adalah ketua grup Sahabat Pena Kita (SPK). Saya mengenal dan bertemu dengan beliau ketika mengikuti kopdar 2 SPK di IAIN Tulungagung. Saya memiliki tiga judul buku karya beliau, yaitu Islam Puritan di Pesantren, Pendidikan Karakter, dan Be A Writer. Buku Islam Puritan di Pesantren merupakan buku hasil penelitian disertasi beliau. Sedangkan Be A Writer adalah karya beliau yang merupakan terbitan perdana grup Sahabat Pena Kita (SPK).

Dr. Didi Junaedi adalah seorang penulis aktif dengan karya puluhan buku. Beliau adalah dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Saya mengkoleksi tiga judul buku karya beliau, yaitu Raup Berkah Saat Umur Bertambah, Tafsir Kebahagiaan, dan Tuhan Maha Menggoda. Buku Tafsir Kebahagiaan merupakan buku hasil penelitian disertasi beliau. Saat ini saya sedang menunggu datangnya paket kiriman buku karya beliau sebanyak 2 judul yang sudah saya pesan secara langsung dari penulisnya.

Haidar Musyafa, seorang penulis muda berbakat dengan spesialis karya novel biografi. Saya beruntung dapat mengenal dan berinteraksi dengan beliau. Saya mengenal dan dapat bertemu langsung dengan beliau setelah bergabung di grup Sahabat Pena Kita (SPK). Beliau telah menulis puluhan buku novel biografi para tokoh dan puluhan buku-buku Islami. Walau karya beliau sangat banyak, tetapi saya baru memiliki dua judul buku karya beliau, yaitu Dahlan dan karya terbarunya Memahami Hamka. Ke depannya saya akan menambah koleksi buku saya dengan buku-buku karya penulis hebat ini.

Husni Mubarok, seorang guru yang memiliki semangat menulis yang luar biasa. Dalam waktu yang relatif singkat, beliau mampu menghasilkan beberapa buku yang terbit di penerbit mayor. Saya beruntung bisa mengenal beliau dan sama-sama menjadi anggota grup SPK. Saya memiliki dua judul buku beliau yang saya beli langsung dari penulisnya, yaitu Mutiara Hati Penggugah Hati dan Menjadi Guru yang Berbeda.

Demikianlah cara saya mengapresiasi, menghargai dan menjalin tali silaturahmi dengan teman-teman penulis. Membeli dan mengkoleksi buku-buku karya teman sendiri merupakan kebanggan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Bagaimana dengan anda?

Gumpang Baru, 10 November 2019

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here