MENUAI TENTRAM DIKALA SENJA

0
2106

Ketika usia kita mulai beranjak menua, maka selain mengubah pola kegiatan, juga perlu belajar mengubah pola pikir dan pola sikap.
Tubuh yang sudah menurun secara alamiah dan sunnatullah harus disadari betul. Aktifitas rutin yang dulu biasa dilakukan dengan sangat intens mungkin tidak lagi bisa dilakukan dengan sempurna. Maka mengenali kondisi raga, kondisi pikir dan kondisi rasa semakin penting.
Jika terasa lapar, makanlah jangan menunggu hingga puncak lapar, segera makan meski tidak dalam porsi besar. Jangan tunda sebab tubuh sudah meminta. Jika terasa lelah, istirahatlah jangan menunda hingga kelelahan.
Jika ada kegelisahan pikiran, duduk atau berbaringlah perbaiki nafas, lakukan mengambil nafas panjang, tahan, dan lepaskan perlahan hingga kepala, bahu terasa ringan dan lemas. Perut terasa tenang. Pejamkan mata sesaat hingga nafas tidak memburu dan kembali normal. Cobalah untuk melihat dari berbagai sudut pandang dengan tenang. Latih pernafasan panjang dan pendek bergantian. Olah nafas sangat baik untuk kesehatan jiwa dan raga.
Sebagai orangtua seringkali kita bertindak seperti wonder parents, semua mau kita selesaikan, semua mau kita bantu, semua mau kita rapikan. Coba mulai dipilah dan dipilih, mana yang skala prioritas sehingga tidak membebani pikiran.
Anak-anak yang sudah beranjak remaja dan dewasa muda juga perlu memahami kondisi ini, biarkan beri mereka ruang untuk mencari solusi atas masalahnya, kita dorong dan kita support sebagai teman berdiskusi tapi beri mereka kesempatan mengambil keputusan akan masa depannya. Boleh jadi mereka terpuruk sesaat, tak apa, itu proses pembelajaran yang mereka bisa ambil, dan boleh jadi itu proses kematangan jiwa dan pikirannya.
Anak-anak perlu ditemani tetapi juga dihadapkan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
Sedikit dan pelan-pelan kita beri ruang waktu untuk diri sendiri, melakukan hobby yang disukai tanpa beban, beribadah tanpa batasan waktu, menikmati hari-hari dengan penuh rasa syukur.
Jika lelah, berbaring.
Jika bosan, bersilaturahim.
Jika jenuh, rehat dalam tarikan nafas dalam.
Menua itu pasti, tentram adalah pilihan.
Belajar berdamai dengan usia, tanpa meninggalkan produktifitas.
Menikmati kelucuan yang ada sebagai pengobat jiwa.
Sudah menjadi lebih ringan tugas kita merawat, mendidik, mereka. Kini saatnya kita menyiapkan diri dengan damai memasuki episode ke dua kehidupan kita yang tentram dan berkah.
Doaku untuk semua orangtua…
Ada masa kita, ada masanya mereka.

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here