Menuju Ramadhan Indah

0
289

Setiap  muslim tentu merindukan bulan Ramadhan. Bahkan ada diantaranya yang sudah menyambutnya dengan doa, “Allahumma bariklana fi rajaba, wa sya’bana wa balighna ramadhona.” Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan sampaikan kami di bulan Ramadhan.

Tetapi tidak setiap muslim bisa meraih Ramadhan  yang indah.   Tanpa persiapan yang matang maka Ramadhan  yang indah  akan sulit menjadi  kenyataan. Lalu bagaimanakah caranya agar kita mendapatkan Ramadhan  yang indah?  

Sebelum  menjalani puasa di bulan  Ramadhan seorang muslim harus memiliki persiapan yang matang, diantaranya adalah niat yang kuat untuk meraih ridho-Nya semata. Dari Amirul Mukminin, Abi Hafs bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: saya mendengar  Rasulullah  shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya  setiap  perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya  setiap orang  (akan dibalas) berdasarkan  apa yang dia niatkan.” 

Ramadhan adalah momen untuk menempa diri menjadi pribadi yang bertakwa.  Dengan memiliki niat yang kuat, yaitu menjalani ibadah untuk  meraih ridho-Nya semata, maka ia akan berusaha sungguh-sungguh menempa dirinya menjadi pribadi yang bertakwa di bulan Ramadhan.

Dan yang tak kalah penting adalah persiapan  kesehatan yang prima dan bekal ilmu yang memadai tentang puasa Ramadhan. Karena,  dengan kondisi tubuh yang sehat ia bisa menjalan ibadah puasa secara optimal. Dan dengan memahami ilmu tentang puasa Ramadhan ia bisa beribadah di bulan Ramadhan dengan sempurna.

Dalam bingkai Ramadhan sesungguhnya hidup di dunia ini hanyalah kesibukan  untuk mempersiapkan bekal ke kampung akhirat. Di bulan ini pula Allah ta’ala  memberi para hamba-Nya kesempatan seluas-luasnya untuk berlomba-lomba menjadi hamba yang bertakwa. Karena pada bulan ini Allah ta’ala melipatgandakan pahala amal shaleh para hamba-Nya melebihi amal shaleh mereka  bulan-bulan yang lain.

Ramadhan adalah bulan pilihan Allah untuk menurunkan Al-Qur’an pertama kalinya. Sebagaimana firman-Nya berikut ini: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil.” (QS Al-Baqarah:185)

 

Zaprulkhan dalam bukunya yang bertajuk “Mukjizat Puasa”  menyampaikan bahwa ibadah puasa di bulan Ramadhan mengantarkan kita menyadari keagungan Al-Qur’an. Hal ini karena (1) Al-Qur’an memberi  ketenangan dan kedamaian jiwa bagi siapa saja yang membacanya, baik dia mengerti artinya atau tidak. (2) Al-Qur’an menjadi pedoman paripurna bagi kehidupan umat manusia.  Artinya, Al-Qur’an tidak hanya membawa kita meraih kemuliaan hidup di dunia, tetapi juga di akhirat. Jika kita ingin kekayaan, al-Qur’an bukan hanya memberikan kekayaan material tetapi juga kekayaan spiritual. (3) Al-Qur’an mengandung kisah-kisah orang-orang terdahulu yang bisa menjadi pelajaran bagi orang-orang  sesudahnya.  Contohnya adalah kisah Fir’aun yang mati tenggelam di lautan. Dan  prediksi Al-Qur’an tentang peristiwa-peristiwa masa depan seperti hari  kiamat. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan kalam Ilahi yang langsung turun dari Tuhan Yang Maha Mengetahui segala episode kehidupan manusia; masa lalu, hari ini dan masa depan manusia.  (4) Al-Qur’an mampu menggugah akal sekaligus jiwa manusia. Kebanyakan ayatnya mengajak kita  untuk merenungi hakikat kehidupan. Sehingga pantaskah kita yang mempunyai hati dan akal tidak mau menerima ajakan-ajakan Al-Qur’an?

Hikmah yang dapat dipetik dari ibadah puasa di  bulan Ramadhan adalah membangkitkan kesadaran tentang  hakikat ukhuwah Islamiah. Karena pada momen ini semua orang beriman, tak peduli dia orang kaya atau dhuafa, penguasa atau rakyat jelata, orang Indonesia atau orang Amerika, semuanya berada dalam satu nuansa Ramadhan. yaitu sama-sama berpuasa, merasakan lapar dan dahaga.

 

Kesimpulan

Ramadhan merupakan medan perang bagi  setiap muslim untuk melawan  hawa nafsunya atau penyakit hatinya seperti kikir, tamak, cinta dunia berlebihan,  dan takut mati. Jika seseorang bersungguh-sungguh mendidik  dirinya untuk menjadi pribadi yang bertakwa maka ia berpeluang untuk mendapatkan yang Ramadhan indah. Wallahu’alam.

Bondowoso, 22/02/2023

 

Abdisita Sandhyasosi

Alumni psikologi Unair. Pernah ngajar di PP Al-Ishlah Bondowoso. Ibu lima anak. Tinggal di Bondowoso.  Pernah aktif di  Blog Kompasiana. Kini, aktif di Blog Retizen Republika. Penulis buku solo “5  Kunci Sukses Hidup” (Tinta Medina, 2017) dan  sejumlah buku antologi Quantum Belajar (Genius Media,2016), Mata Air Pesantren (Genius Media, 2016), Aku, Buku dan Membaca (Akademia Pustaka, 2017), Perempuan Dalam Pusaran Kehidupan (Diandra, 2018), Gaya Hidup Di Era Pandemi Covid-19 (Sahabat Pena Kita, 2021) Titik Balik Menuju Cahaya (Sahabat Pena Kita, 2021), Inspirasi Menulis dan Menerbitkan Buku (Oase, 2021) Profesor Ngainun Naim (Sahabat Pena Kita, 2022) FB Sakura Hurulaini.  Email: hamdanummu27@gmail.com

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here