MENYAMBUNG SILATURAHMI

0
377

MENYAMBUNG SILATURAHMI

Oleh:

Agung Nugroho Catur Saputro

 

 

Kemarin saya dijadwalkan untuk dilakukan tindakan medis kembali setelah satu bulan sebelumnya telah dilakukan tindakan operasi batu ginjal. Sejak proses tindakan operasi yang pertama, dokter sudah menjelaskan bahwa posisi batunya agak ke atas masuk ke dalam ginjal, sehingga agak sulit untuk bisa dibersihkan dengan satu kali tindakan. Mungkin perlu dilakukan beberapa kali tindakan.

Satu Minggu setelah tindakan operasi, dokter merekomendasikan tes CT-Scan untuk melihat apakah pasca operasi masih ada batu di ginjal atau tidak. Setelah hasil CT-scan keluar, ternyata terkonfirmasi masih ada batu di ginjal kanan saya. Setelah melihat hasil tes CT-Scan tersebut, dokter merencanakan tindakan pemecahan batu ginjal kembali nanti setelah hari raya Idul Fitri. Dokter kemudian membuatkan surat kontrol untuk pemeriksaan setelah idul Fitri.

Setelah liburan hari raya idul Fitri berakhir, saya memeriksakan kembali ke RS sesuai tanggal kontrol. Setelah bertemu dokter dan mengutarakan keluhan rasa sakit yang masih saya rasakan setiap hari selama sebulan pasca operasi, dokter menjadwalkan tindakan operasi kembali di Minggu depan.

Di hari saya menjalani tahapan prosedur untuk masuk ruang operasi, saat sedang menunggu di bagian pendaftaran tidak sengaja melihat perawat ruang IBS (ruang operasi) yang selama hampir empat bulan merawat luka operasi Fistula Ani saya. Saya pun segera mendekatinya dan menyalaminya. Kami ngobrol-ngobrol sebentar sebelum beliau pamit menuju ruang operasi karena sebentar lagi ada operasi.

Tidak berapa lama kemudian, saya melihat dokter bedah digestif yang dulu mengoperasi dan mengobati penyakit Fistula Ani selama dua bulan hingga sembuh sedang berjalan menuju ruang presensi finger print yang berada di dekat ruang tunggu. Saya pun segera berdiri dan berjalan mendekati beliau.

Saya menyapa beliau dan menyalaminya. Beliau agak kaget melihat saya, “Lho, pak Agung. Sedang ada keperluan apa pak di sini? Apa penyakit Fistula Ani-nya kambuh lagi?” Sambil tersenyum saya menjawab, “Mboten pak dokter. Alhamdulillah sakit Fistulanya sudah sembuh. Ini sedang mau tindakan sakit batu ginjal dok. Dulu setelah selesai dengan pak dokter Dasa, sekarang gantian dengan dokter Rizki”. Kami tidak lama ngobrolnya karena beliau mau segera presensi dan pergi ke ruang IGD karena beliau menjabat sebagai kepala bagian IGD RS UNS. Setelah selesai presensi beliau pergi sambil menyapa saya dan mendoakan semoga segera sembuh dan sehat kembali.

Demikianlah saya mencoba untuk tetap menjalin hubungan baik dengan dokter-dokter dan perawat RS UNS yang telah membantu mengobati dan merawat saya selama sakit hingga sembuh. Saya ingin hubungan saya dengan beliau-beliau tidak hanya sekadar hubungan profesional saja yang mana setelah selesai ya selesai. Saya ingin tetap terjalinan silaturahmi dengan beliau-beliau. Saya meyakini bahwa menyambung tali silaturahmi itu akan mendatangkan manfaat, kebaikan dan keridhaan Allah Swt. []

 

Gumpang Baru, 03 Mei 2023

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here