Panduan Menulis Skripsi

0
2312

Ngainun Naim

Agung Kuswantoro, Seluk Beluk dalam Menulis Skripsi, Kiat Agar Lulus Tepat Waktu Bagi Mahasiswa, Gresik: Sahabat Pena Kita, 2020.

Seorang mahasiswa S-1 bisa menjadi seorang sarjana jika sudah lulus ujian skripsi. Persoalannya, menulis skripsi tidak selalu mudah. Banyak calon sarjana yang bingung, stress, dan tertekan psikologis dalam menulis skripsi.
Buku yang ditulis oleh Agung Kuswantoro ini bisa menjadi panduan dalam menulis skripsi. Buku ini berbeda dari buku tentang skripsi yang ada. Sifatnya tidak teori tetapi ditulis berdasarkan pengalaman penulisnya dalam membimbing mahasiswa dalam menulis skripsi. Pengalaman demi pengalaman dalam membimbing skripsi ditulis dan diolah menjadi 57 kiat.
Agung Kuswantoro secara provokatif menulis di halaman awal buku ini, “Skripsi bukanlah hal yang menakutkan. Skripsi bukanlah sesuatu yang menyulitkan. Dan, skripsi itu bukanlah sesuatu yang menyusahkan. Nikmati saja dalam menulis skripsi” (hal. iv).
Salah satu aspek yang ditekankan oleh Agung Kuswantoro adalah penguasaan metodologi penelitian. Ini merupakan aspek mutlak. Tanpa penguasaan secara baik maka skripsi yang ditulis bisa salah arah. Implikasinya, skripsi pun tidak memenuhi kriteria yang telah ditentukan. “Yuk belajar lagi metodologi penelitian”, tulis Agung Kuswantoro di banyak tempat dalam buku menarik ini.
Penguasaan materi mutlak diperlukan. Tanpa penguasaan materi secara baik, skripsi akan terjebak pada aspek yang tidak jelas. Isinya bisa jadi berupa copy paste atau hanya imajinasi, tidak berbasis fakta. Agung Kuswantoro menegaskan bahwa menguasai materi penelitian harus dilakukan secara serius.
Selain aspek teknis—metodologi penelitian dan penguasaan materi—aspek penting lainnya adalah persiapan psikologis. Hal ini berkaitan dengan banyak aspek, misalnya bagaimana mengerjakan skripsi tanpa beban, ketahanan mental menghadapi bimbingan yang harus revisi berkali-kali, kejujuran dalam pengerjaan, dan juga sikap tenang dalam ujian. Jika semua dipersiapkan secara baik maka menulis skripsi akan menghasilkan karya yang berbobot. Saat ujian pun dapat dipertahankan secara meyakinkan di hadapan dewan penguji.
Saya menyebut buku ini sebagai “buku kreatif”. Ya, buku yang diolah dari catatan pengalaman yang otentik. Bagi mahasiswa yang sedang menulis skripsi, buku ini sangat bermanfaat sebagai panduan.
Sebagai catatan, buku ini akan lebih baik jika disempurnakan aspek teknis penulisannya. Misalnya, judul buku di daftar pustaka dicetak miring. Referensi yang dikutip di bagian dalam buku—seperti di halaman 46 dan 68—sebaiknya juga ditulis di daftar pustaka. Terlepas dari catatan ini, buku ini bisa menjadi panduan mahasiswa dalam menulis skripsi.
Tulungagung, 12 September 2020

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here