Rafting di Kaliwatu

0
1297

 Oleh: M Arfan Mu’ammar

Sejak lama sebenarnya saya ingin mencoba rafting. Tapi masih ragu, karena melihat foto atau video rafting kok menegangkan ya, apalagi katanya nanti perahu akan dibalik. Belum lagi arus yang deras, banyak batu, bagaimana nanti kalau kena batu, atau jatuh di air yang deras, bisa-bisa terbawa arus. Perasaan-perasaan itu yang membuat ragu untuk rafting.

Setahu saya, rafting hanya ada di Songa Probolinggo, yang arusnya katanya deras itu. Ternyata di Batu juga ada tempat rafting, di Kaliwatu. Arusnya lebih tenang, lebih landai, cocok bagi pemula rafting, sebelum nantinya Anda akan mencoba di Songa Probolinggo. 

Rafting di Kaliwatu sangat cocok untuk keluarga, bahkan membawa anak kecil sekalipun juga masih aman. Batasan usianya sekitar 5 tahun, atau kelas TK B. 

Walaupun demikian, tetap perlu memerhatikan cuaca, jika cuaca sedang tidak baik, hujan deras disertai angin dan debit air meninggi, maka tidak disarankan untuk rafting. Jika cuaca ekstrem, sudah ada warning di office Kaliwatu, sehingga tidak boleh ada yang rafting.

Tarif rafting di Kaliwatu cukup beragam. Rafting trip atas Rp. 195.000,- / pax. Rafting trip bawah Rp. 215.000,- / pax. Paint Ball Rp. 150.000,- / pax. Offroad Rp. 350.000,- / pax. Dan Outbound Fun Rp. 150.000,- / pax. Harga tersebut sudah termasuk sekali makan dan peralatan pendukung. Panitia sengaja memilih rafting trip atas, yang arusnya tidak terlalu deras, sebagai antisipasi bagi teman-teman yang belum pernah rafting agar tidak takut dan kaget.

Rafting Kaliwatu ini beralamatkan di Jl. Bung Tomo No. 19 Bumiaji, Batu Jawa Timur. Untuk mengetahui info lebih jelas bisa mengunjungi Instagram: kaliwatu.official. 

Untuk menuju lokasi rafting, kita mengendarai mobil pickup berisi 8-9 orang. Perjalanan memakan waktu sekitar 10 menit hingga tiba di tempat rafting.

Menuju Lokasi Rafting

Karena kita bersembilan, maka setiap boat diisi 3 orang plus 1 river guide. Dalam satu boad maksimal bisa diisi 4 orang plus 1 river guide. Dalam rafting, penggunaan rompi pelampung dan helm wajib, sebagai antisipasi jika jatuh terbawa arus dan juga melindungi kepala dari hantaman batu sungai.

1 Boat diisi 3-4 orang

Ketika awal menaiki boat, arus sangat landai dengan kedalaman sungai yang dangkal. Sesekali boat nyangkut di bebatuan karena banyaknya batu dan rendahnya debit air.

Boat Nyangkut

Semakin lama arus semakin deras, walaupun tidak terlalu deras sekali. Ada beberapa turunan yang sedikit tajam, tapi tidak begitu ekstrem. Di boat terdapat tali “tampar” yang memang digunakan untuk pegangan agar tidak terjatuh.

Penuh dengan bebatuan

Ketika melewati turunan, boat teman-teman saya pada heboh teriak-teriak dan tertawa-tawa. Bukan teriakan ketakutan, tapi teriakan kesenangan, biar tidak sepi gitu saja, hehe. Kebetulan di boat saya tidak ada yang teriak, tidak seheboh boat yang lain. Tenang, adem ayem, sampai teman-teman saya berujar, “boatnya pak Arfan paling sunyi ini, gak heboh sama sekali”. Hehe.

Boat Paling Heboh

Di tengah perjalanan, kita diberhentikan di sebuah tempat yang tidak begitu banyak bebatuan, dengan kedalaman air yang cukup untuk berenang. Di lokasi situ kedua boat teman saya langsung dibalik oleh river guide dan semakin hebohlah mereka berteriak.

Giliran boat saya yang akan dibalik, tetapi Bu Gusma teman saya dalam satu boat memelas “jangan dibalik ya pak, jangan dibalik”, mungkin karena river boat melihat kami kasihan dan lugu-lugu, juga tidak heboh di sepanjang jalan, akhirnya boat kami tidak jadi dibalik hehe.

Berhenti di lokasi itu sekitar 15-20 menit. Melihat teman-teman lain pada renang dan bermain air, akhirnya saya juga ikut “nyebur” ke sungai untuk berenang. Rupanya di tengah sungai cukup dalam, mungkin sekitar 3 meter. Karena semua sudah dibekali rompi pelampung, jadi aman tidak ada kekhawatiran.

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan, menyusuri sungai Kaliwatu. Namanya juga Kaliwatu (sungai batu), jadi memang banyak sekali batunya. Sepanjang jalan kita tidak sadar, bahwa tim kameramen mengikuti kita dari awal hingga akhir. Di tengah perjalanan, kita melewati bawah jembatan kayu, yang ternyata di atas jembatan sudah ada kameramen yang siap memotret. Kita diminta melihat ke atas dengan beraction. 

Dipotret oleh Kameramen

Tidak lama setelah itu, kita sudah sampai di tujuan. Naik ke atas sungai, dan di atas sudah menunggu mobil angkutan yang disewa khusus untuk membawa kita ke lokasi awal. Sampai di lokasi, sudah tersedia makan siang prasmanan yang siap dilahap (sudah termasuk hitungan per pax).

Perjalanan rafting memakan waktu sekitar 1 jam, tetapi sangat tidak terasa, karena kita sangat menikmati perjalanan. Untuk pemula cukup seru, itung-itung sebagai pemanasan untuk naik level ke lebih tinggi lagi di Kaliwatu trip bawah atau ke Songa Probolinggo

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here