RAK KHUSUS UNTUK BIDADARI KECILKU

0
303

Catatan Menulisku (53)

RAK KHUSUS UNTUK BIDADARI KECILKU
Oleh : Agung Nugroho Catur Saputro

Membiasakan anak-anak menyukai buku bukanlah perkara yang mudah. Memang rasa ketertarikan anak pada buku muncul karena passion dalam diri anak sendiri, tetapi untuk mempertahankan passion tersebut tetap terjaga perlu lingkungan yang mendukung.

Demikian juga halnya dengan bidadari kecilku (sebutan untuk putri kecil kami). Saya melihat dia memiliki minat yang lebih terhadap buku. Di usia yang masih 2 tahun dia sudah mulai suka membuka-buka buku yang ada gambar-gambarnya. Salah satu buku Ensiklopedia mukjizat Al Quran dan Hadis jilid 2 yang berisi pembahasan tentang kemukjizatan penciptaan manusia paling sering dia baca (lihat) karena ada gambar-gambar bayi ketika masih dalam kandungan. Dia sangat suka melihat gambar-gambar adik bayi dalam buku tersebut.

Karena terlalu seringnya buku ensiklopedia tersebut dibaca si kecil, sampai ada beberapa halaman buku yang sobek. Saya pun tidak mempermasalahkan sobeknya halaman-halaman buku yang harganya sekitar 400 ribuan tersebut, toh bekas sobekannya masih bisa saya perbaiki dengan merekatkan kembali menggunakan selotib. Dan sekarang si kecil paham jika dia menyobekkan buku, dia segera lapor ke saya atau kakaknya dengan menunjuk selotib untuk memperbaikinya. Justru yang saya syukuri adalah si kecil mulai suka dengan buku, maka minat inilah yang harus saya kembangkan lebih lanjut.

Melihat minat si kecil terhadap buku yang cukup besar tersebut, saya pun kemudian membelikan dia beberapa buku cerita bergambar. Buku-buku ensiklopedia anak-anak milik kakaknya juga saya wariskan ke dia. Sehingga sekarang dia memiliki beberapa buku yang khusus untuk dia baca.

Untuk menampung semua buku-buku si kecil tersebut, saya menyediakan satu kotak khusus di rak buku saya untuk menaruh buku-bukunya. Kotak rak buku si kecil saya pilihkan posisinya agak di bawah sehingga dia tidak kesulitan jika ingin mengambil buku-bukunya. Sekarang si kecil tahu di mana letak buku-bukunya. Kapanpun dia ingin membaca buku, dia bisa mengambilnya sendiri dan jika sudah selesai dia bisa mengembalikan sendiri ke rak bukunya. Saya hanya perlu merapikan saja buku-buku yang dia kembalikan.

Sampai saat ini saya masih mempercayai bahwa minat seseorang bisa dipengaruhi oleh lingkungan. Seorang anak bisa suka membaca buku jika lingkungan sehari-harinya dekat dengan buku. Dulu sejak kecil saya suka membaca buku karena di rumah memang tersedia buku-buku bacaan yang setiap saat bisa saya baca. Apalagi ditambah faktor tauladan yang diperlihatkan orang tua yang sering membaca di waktu-waktu santai. Jadilah seisi rumah suka aktivitas membaca. Dulu ayah berlangganan majalah bulanan. Setiap datang majalah baru pasti kami berebutan ingin membaca duluan. Demikianlah atmosfer lingkungan rumah yang dulu pernah saya alami sehingga mampu membentuk kepribadian saya sebagai orang yang suka membaca. Hal demikian pula yang coba saya terapkan dalam kehidupan keluarga kecil saya dengan harapan anak-anak biasa berinteraksi dengan dunia buku. InsyaAllah.

Gumpang Baru, 29/02/2020


 

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here