Sepenggal Siang Di Kupang

0
1713

Sri Sugiastuti

Kupang, aku datang dengan harapan penuh. Sahabatku, komunitasku, silaturahmiku, berbagiku, dan travelingku. Apakah waktunya singkat, jelajahku, kegiatanku, kulinerku, dan city tourku?” Gejolak batin Bu Kanjeng berdendang penuh tanya. Sampai akhirnya biar Allah yang maha menerjemahkan apa yang menjadi kodratullahnya.

Sampai pada titik ini, Bu Kanjeng selalu optimis dan senang walau hanya 3 hari di Kupang ia ingin menorehkan sejarah singkatnya dalam tulisan. Bu Kanjeng ingin setiap detik yang diterima bisa menginspirasi pembaca juga mencerahkan. Ahay Tentu   ini bukan hal yang dipaksakan. Biarkan semua mengalir dalam sebuah tulisan.

Bu Kanjeng yakin ini bukan perpindahan tetapi lebih pada Allah lah yang menggerakkan hati keluarga Bu Syaidah mengantar dan mendampingi Bu Kanjeng selama di Kupang di sela kegiatan seminar dan Workshop di hotel Pelangi Kupang.

Saat mengisi hari Ahad ceria di Kupang, sepulang dari pantai Lasiana membawa kisah pohon lontar, Bu Kanjeng transit mengambil di rumah Bu Syaidah sambil menunggu saat salat dzuhur. Namun, hanya kuota karena sinyal 3 tidak ada, ia bisa menggunakan wifi rumah untuk orang ria dengan rumah. Dan yang terpenting berita tentang transfer Covid 19 dan kebijakan yang diambil pemerintah. Sungguh berita itu bikin was-was. Dan

Alhamdulillah Bu Kanjeng bisa rehat sesaat. Usai salat dzuhur, umpan syahibul menghidangkan semangok bakso lembut yang super enak. Pentolnya besar. Bu Kanjeng hanya sanggup menyantap 2 pentol. Sisanya masuk kotak barang persediaan bisa untuk teman perjalanan. (selalu ada celah untuk berhemat).

Koper keluar dari kamar dan mengambil posisi di mobil bagian belakang. Begitu keluar rumah, udara asli Kupang menyengat. Bu Syaidah dan keluarga mengajak Bu Kanjeng makan siang di King Restro yang dikunjungi di tepi pantai. Sebelum mengantar Bu Kanjeng ke bandara El Tari.

Arah yang ada di benak pikiran Bu Kanjeng tidak salah, mobil menuju arah barat menyusuri jalan tepi pantai. Dalam hitungan 15 menit mobil berhenti. Bu Kanjeng dan Bu Syaidah turun menuju kios Se’i. Ada 2 bungkus kripik paru dan 1pak Se’i dibeli Bu Syaidah untuk Bu Kanjeng. Alhamdulillah.

Mobil kembali melaju menuju King Restro. Bu Kanjeng tidak menyia-nyiakan yang ada di depan pandangan. Tadabur alam ala Bu Kanjeng mulai lagi. Ia membuat video juga menikmati keindahan di tepi pantai. Udara panas, langit cerah, lambaian gemulai daun lontar tertiup angin jadi bagian dari rasa syukur Bu Kanjeng saat berada di Kupang.

Daerah Memasuki Raja Restro yang konsep bangunannya dibuat dari bambu. Kekaguman Bu Kanjeng bertambah. Lebih lanjut yang menjorok ke pantai sangat memanjakan mata saat melihat laut lepas. Kalau bukan karena Izin-Nya Bu Kanjeng tak akan sampai ke King Restro Kupang. Ini semua disadari Bu Kanjeng bagian dari “Rahasia Silaturahmi” yang jadi potensi dirinya.

Andai Bu Kanjeng punya waktu yang dibatalkan, pasti setiap sudut tampilan di King Restro jadi korban jeprat jepret ala Bu Kanjeng. Kenyataannya ia cukup berswa foto ala kadarnya sambil memilih menu yang ditulis di menu buku yang tersedia. Keluarga Bu Syaidah dengan menu cepat yang diinginkan. Sementara Bu Kanjeng ingin sesuatu yang khas dari menu di King Restro.

Bu Kanjeng butuh nutrisi yang baik sebagai benteng pertahanannya agar terhindar dari virus Covid 19 yang sedang melanda dunia. Pesan Pak Kanjeng agar ia tetap bersih dan sehat perlu daya tahan kembali akan cukup untuk perjalanan yang jauh, harus transit di bandara Juanda Surabaya. Dan kota Solo dalam status KLB (Kejadian Luar Biasa) Sudah ada korban dari penyebaran virus Covid 19.

Pertimbangan memilih menu sehat bermanfaat dan bisa melanjutkan keberlangsungan perjalanan hingga rumah dengan selamat, pilihan menu pun setelah bertemu nasi putih, _Se’i hot plate_ dan Banana float ice cream.

Sambil menunggu hidangan tersaji Bu Kanjeng meminta kata sandi wifi King Restro. Ya jaringan wifi ini sangat menolong Bu Kanjeng. Ia bisa Vicall dengan bantuan di Solo, debgan Omjay sohibnya, juga dengan panitia bengkel yang baru usai digelar.

Pesanan datang dan terhidang. Mata Bu Kanjeng terbelalak tak percaya, karena porsinya jumbo. Se’i Hot plate_dan _ice cream Banana float_ meliriknya. “Ayo segera nikmati sensasinya.” Se’i sapi khas Kupang akan segera dieksekusi.

# Kupang 15 Maret 2020 
# KLB di Solo 
# King Restro Kupang 

Bersambung

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here