Tiga Kemampuan untuk Menjadi Penulis Sukses

0
490

Oleh Much. Khoiri

Terhadap materi vidio saya di Tiktok (akrab disebut VT, vidio tiktok), ada tanggapan menarik dari sahabat penulis yang berbunyi “Kemampuan apa saja yang harus dimiliki untuk menjadi seorang penulis sukses?”

Sumber gambar: SIP Publishing

Saya ingin mengajak Anda menghayati masalah ini. Ada dua konsep di sini yang perlu dikemukakan secara singkat. Pertama, kemampuan, yang mengacu ke kompetensi seseorang untuk melakukan sesuatu (dalam hal ini terkait dunia menulis) secara mumpuni. Sebab itu, kompetensi mengandung pengertian teoretik dan praktik sekaligus.

Kedua, konsep “sukses”. Konsep “sukses” memang luas maknanya. Begitu banyak definisi sukses yang dapat ditemukan, namun definisi itu tidak selalu tepat berlaku bagi setiap orang. Dengan kata lain, setiap kita berhak mendefinisikan apa itu sukses. Barangkala ungkapan ini yang membantu kita: “Sukses merupakan status yang menunjukkan bahwa kita telah mencapai sesuatu.”

Karena ada frase “telah mencapai sesuatu”, kita tentu sudah memiliki impian dan target untuk mencapai sesuatu itu, dan itu bergantung pada kita. Jika kita tidak punya impian dan target, bagaimana mengukurnya apakah telah sukses atau belum sukses? Sayangnya, kita sering malu mengakui apa impian dan target kia sendiri.

Kalau kita bermimpi dan bertarget bahwa menulis itu untuk menunaikan kewajiban, untuk penghidupan, atau untuk personal branding misalnya, maka kita bisa disebut sukses tatkala kita telah meraih titik-titik capaian itu. Jadi, penulis sukses bukan hanya diukur dengan indikator ekonomi, melainkan juga indikator lain yang melekatinya.

Sekarang, kemampuan apa sajakah yang perlu dimiliki oleh seseorang untuk menjadi penulis sukses? Pertama, kita musti memiliki kemampuan menulis itu sendiri. Syukur-syukur kita memiliki kemampuan untuk menulis tulisan dalam berbagai genre—baik fiksi maupun nonfiksi. Namun, jika tidak demikian, kita harus menguasai satu atau dua genre tulisan yang dapat diandalkan dan menjadi ikon (atau signature) bagi kita, yang kemudian membuat publik mengakui kita sebagai “penulis”: ada penulis puisi (penyair), penulis cerpen (cerpenis), penulis esai (esais), dan sebagainya.

Dengan demikian, kemampuan dalam hal ini merujuk ke keahlian (expertise). Kita ahli dalam menulis genre yang distandarkan dalam ukuran teoretik dan ranah praktik yang dibuktikan oleh penerimaan publik pembaca. Kalau kita sudah ahli dalam suatu genre tulisan, kita akan mampu menghasilkan tulisan terbaik, yang memiliki dampak kuat bagi pembaca.

Kemampuan kedua adalah kemampuan mempublikasikannya. Kemampuan mempublikasikan tulisan sangatlah penting, sebab muara tulisan setelah dihasilkan adalah mempublikasikannya. Tulisan hanya akan tersimpan di perangkat kita, dan belum menyapa pembaca, tatkala tulisan itu belum dipublikasikan. Dan jika tulisan belum dipublikasikan, ibaratnya menu makanan yang sudah dimasak tetapi belum disajikan di atas meja.

Tentu, publikasi tulisan bisa dilakukan lewat berbagai media, baik seminar atau diskusi, jurnal, media cetak, media online, maupun buku. Jika kita mampu mempublikasikan tulisan kita ke berbagai media tersebut sekaligus, maka ada kemungkinan besar bagi kita untuk menembus pasar yang luas, bukan hanya nasional, melainkan juga internasional. Keluasan publikasi ke berbagai media tentu membedakan keterbacaan tulisan kita.

Ada fakta menarik tentang hal ini. Tak sedikit penulis yang senior yang kurang kemampuan publikasinya akibat kurang mahirnya menggunakan perangkat teknologi—istilahnya gaptek, gagap teknologi. Sementara itu, tak sedikit penulis yang masih emerging (menanjak naik) yang cepat naik karir menulisnya berkat kemahirannya menggunakan teknologi, bukan hanya menembus pembaca dalam negeri, melainkan juga pembaca luar negeri.

Kemampuan ketiga adalah kemampuan membangun jejaring (network). Jika kita sudah mantap dalam menulis dengan genre pilihan kita, dan berkemampuan mempublikasikannya, kita juga harus lihai dalam berjejaring. Sebagai penulis, kita tidak boleh soliter alias mengisolasi diri di dalam kamar atau lingkungan terbatas. Sebaliknya, kita wajib bersosialisasi dalam ekosistem yang kondusif bagi penulis. Aapakah itu? Pribadi dan komunitas penulis!

Ya, kita harus berkemampuan untuk berjejaring dengan penulis lain baik secara individu maupun komunitas. Di dalamnya tentu ada kemampuan berkomunikasi yang baik, beradab dan berterima, sehingga kita memiliki teman yang banyak di kalangan penulis. Ibaratnya, seribu teman (penulis) itu kurang, satu musuh sudah berlebihan. Persahabatan dengan penulis lain merupakan modal sosial yang perlu dipelihara dan bahkan ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Sayangnya, kita sering malas dalam berjejaring. Kita masuk ke komunitas tertentu (termasuk komunitas berbasis WhatsApp), ternyata kita tidak pernah muncul ke permukaan—hanya muncul ketika ada berita duka, acara ulang tahun, atau prestasi tertentu dari seroang anggota. Ini kebiasaan yang buruk, dan tidak elok untuk kita yang ingin berjejaring. Muncul di komunitas sendiri saja malas, apalagi menghadiri undangan komunitas lain secara luring—misalnya peluncuran buku, diskusi budaya, dan sebagainya.

Nah, tiga kemampuan di atas—kemampuan menulis, publikasi, dan network—memang tidak mungkin hadir pada kita sim salabim. Sebaliknya, kita harus melatih diri dengan sangat keras untuk menguasainya. Komitmen dan konsistensi kita dalam menjalani proses penguasaan itu, memang, kadang teruji oleh berbagai kendala, dan inilah yang bakal menentukan apakah kita menjadi penulis sukses sebagaimana yang kita impian dan targetkan.

Pertanyaannya apakah kita kuat lahir batin untuk menjalaninya. Ada yang mengatakan (mungkin terdengar aak ekstrem) bahwa dunia kreatif itu ibarat lorong-lorong gua gelap yang kadang menyesatkan, untuk menuju pintu keluar yang bercahaya matahari. Mungkin kita akan berdarah-darah dalam menuju pintu keluar itu. Jika kita kuat menjalaninya, kita akan menguasai tiga kemampuan tersebut, dan kesuksesan pun semakin dekat di depan mata.

Gresik, 2 Juni 2023

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here