UJIAN IMAN DALAM AL-QURAN

0
648

Iman ialah pembenaran dengan hati yang dinyatakan dengan lisan, dan diejawantahkan dengan anggota badan. Dengan kalimat lain iman adalah tindakan atas dasar keyakinan.

Setiap orang dapat merasakan bahwa iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang. Para ulama berpendapat bahwa iman itu bertambah dengan ketaatan kepada Allah swt, dan berkurang karena maksiat kepada-Nya.

Rasulullah saw mengajarkan enam komponen iman, yakni iman kepada Allah swt, iman kepada malaikat, iman pada kitab, iman kepada nabi, iman pada hari akhir, dan iman pada takdir. Di samping rukun iman, Rasulullah saw mengajarkan tentang lima rukun islam, yakni mengucap kalimat syahadat, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, berpuasa, dan berhaji ke Tanah Suci bagi yang mampu.

Berikut beberapa ayat Al-Quran tentang iman dan ujian-ujiannya.

Alif lam mim. Kitab Al-Quran ini tidak ada keraguan; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya. Dan mereka yang beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang diturunkan sebelum kamu, serta meyakini kehidupan akhirat. Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhan, dan merekalah yang beruntung. (QS Al-Baqarah/2:1-5).

Kelima ayat pertama surat Al-Baqarah tersebut menggabungkan beberapa rukun iman dan rukun islam sebagai tanda orang yang bertakwa kepada Allah swt.

Orang-orang mukmin hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian tidak ragu-ragu, dan berjuang dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah. Mereka itulah orang yang benar. (QS Al-Hujurat/49:15)

Beriman niscaya dilakukan sepenuh hati, tanpa keraguan sedikit pun, dan dibuktikan dengan berjuang di jalan Allah dengan harta dan kiwa-raga.

Orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah hatinya bergetar, dan bila dibacakan ayat-ayat-Nya iman mereka bertambah, dan mereka bertawakal kepada Tuhan. (QS Al-Anfal/8:2)

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Apakah Engkau hendak menjadikan sosok yang akan merusak dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Aku tahu apa yang kamu tidak tahu. (QS Al-Baqarah/2:30)

Carilah dengan anugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan jangan lupa bagianmu kenikmatan dunia, dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan jangan berbuat kerusakan di muka bumi. Sungguh Allah tidak menyukai para perusak. (QS Al-Qashash/28:77)

Rasul beriman kepada Al-Quran yang diturunkan Tuhan kepadanya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Mereka berkata: “Kami tidak membeda-bedakan antara seorang rasul dengan yang lain,” dan mereka berkata: “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, dan kepada Engkau kami kembali.” (QS Al-Baqarah/2:285)

Orang-orang Arab Badui berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun pahala amalanmu; sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS Al-Hujurat/49:14)

Apakah kamu mengira akan dibiarkan, padahal Allah belum mengetahui siapa yang berjihad di antara kamu, dan tiada teman setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang beriman? Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS At-Taubah/9:16)

Apakah mereka yang memberi minum jamaah haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama dalam pandangan Allah. Allah tidak membimbing golongan orang yang zalim. (QS At-Taubah/9:19)

Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS At-Taubah/9:111)

Apakah kamu mengira akan masuk surga tanpa cobaan sebagaimana dialami mereka sebelum kamu? Mereka mengalami penderitaan dan malapetaka, dan jiwa mereka begitu tergoncang, sehingga Rasul pun bersama orang beriman berkata, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Sungguh, pertolongan Allah sangat dekat! (QS Al-Baqarah/2:214).

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong perjuangan di jalan Allah, Dia akan menolong kamu dan mengukuhkan pijakan kakimu. (QS Muhammad/47:7)

Sungguh Kami jadikan segala yang di atas bumi sebagai perhiasan, untuk Kami uji mereka, siapa di antara mereka yang lebih baik amalnya (QS Al-Kahfi/18:7).

Kami bagi mereka di bumi ini dalam beberapa golongan; di antara mereka saleh dan ada pula yang tidak demikian; kami uji mereka dengan kesejahteraan dan dengan kesulitan, supaya mereka kembali kepada Kami (QS Al-A’raf/7:168).

Yang memakmurkan masjid Allah hanya yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Mereka termasuk golongan yang mendapat petunjuk. (QS At-Taubah/9:18)

Di antara orang mukmin ada yang telah menepati janji kepada Allah; ada yang gugur, dan ada yang menunggu; mereka tidak mengubah janji. (QS Al-Ahzab/33:23)

Demi waktu sepanjang sejarah. Sungguh manusia rugi, kecuali yang beriman dan beramal saleh, saling menasihati untuk mentaati kebenaran dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran. (QS Al-‘Ashr/103:1-3)

Sungguh muslim laki-laki dan perempuan, mukmin laki-laki dan perempuan, laki-laki dan perempuan yang taat, yang benar, yang sabar, yang khusyuk, yang bersedekah, yang berpuasa, yang memelihara kehormatannya, dan yang banyak menyebut Allah; Allah sediakan buat mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Al-Ahzab/33:35)

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah, teguhkan kesabaranmu, dan perkuatlah dirimu satu sama lain, serta bertakwalah kepada Allah, supaya kamu berhasil. (QS Ali Imran/3:200)

 

  • Semakin berat suatu cobaan, semakin dekat hubungan dengan Tuhan dapat saya rasakan, dan ini semakin memperdalam keyakinan saya kepada keagungan berkah dari-Nya (David Polling).
  • Kesulitan adalah batu asahan kehidupan; setiap puncak karier dicapai dengan jalan mengatasi kesulitan-kesulitan (Davey J. Schwartz).
  • Jika Tuhan mendidik manusia, Ia mengirimnya ke sekolah bernama “kesulitan.” (O.S. Marden).

 

*Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag., Guru Besar Tafsir Al-Quran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penulis e-book 365 Kearifan Dari Sokrates Hingga Soekarno (2023), dan 60-an buku lainnya.

 

 

 

 

 

 

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here