Yang Terbaik Pilihan Allah

0
1000

Oleh Agus Hariono

Peristiwa pelantikan umumnya merupakan momentum suka cita. Pelantikan adalah muara dari setiap usaha dan perjuangan yang sudah dilakukan. Pelantikan adalah seremoni perayaan kemenangan. Namun, ternyata tidak semua pelantikan selalu demikian. Buktinya peristiwa pelantikan kali ini, merupakan momentum suka cita sekaligus duka.

Pelantikan kali ini menjadi momentum suka cita bagi mereka yang menganggap pelantikan ini sebagai sebuah hasil perjuangan dan perayaan kemenangan, namun sekaligus duka bagi yang menganggap pelantikan ini tidak sesuai harapan.

Terlepas dari suka atau tidak sesuatu yang telah terjadi merupakan ketetapan yang tidak bisa diubah. Peristiwanya tidak bisa diubah dan diperbaiki atau bahkan diulang barang hanya satu detik. Itulah tegasnya sang waktu.

Sedih mendengar kabar yang tidak sesuai harapan. Kabar tentang kepindahan dan kabar tentang ketidakpastian. Saya sendiri menyadari kalau berbicara kekurangan, siapa yang tidak memiliki kekurangan. Kekurangan setiap orang pasti ada, tetapi mematahkan harapan sungguh menjadi beban.

Setidaknya di grup ini (Literat KPU) ada tiga yang sedang menunggu ketidakpastian kala itu. Ada Pak Okie, ada Pak Imam dan ada Mas Bintang, ketiganya kini mendapat kabar penuh ujian kesabaran. Pak Okie dengan berat hati harus berpindah dalam posisi yang berbeda—dari yang semula di Kediri sebagai kasubbag Hukum menjadi kasubbag perencanaan data dan informasi di KPU Lamongan—sementara Pak Imam dan Mas Bintang sejauh ini belum ada kabar. Semoga mendapat kabar yang baik dan sesuai harapan. Aamiin.

Kepastian itu sudah jelas bagi Pak Okie, bahwa dia akan berpindah ke KPU Lamongan. Sungguh tidak dibayangkan. Harapannya dapat ditempatkan di Nganjuk, yang dekat dengan keluarga. Namun, ada kehendak lain sehingga harus bersatu dengan tim KPU Lamongan.

Sedih, jika harus kehilangan seorang kawan sekaligus mitra, bahkan saudara dalam bekerja. Kata orang bijak, “seribu kawan masih kurang, kehilangan satu kawan terlalu banyak.” Sebenarnya tidak hilang dalam arti yang sebenarnya. Hilang secara emosional. Atau setidaknya menjauh secara emosional, karena nanti pasti akan sangat jarang bersua-tatapmuka.

Dengan segala kekontroversiannya Pak Okie tetaplah kasubbag saya. Sebagai seorang yang pernah bermitra tentu ada banyak pengalaman dan persinggungan yang terjadi. Baik persinggungan yang sampai harus bertengkar maupun persinggungan dalam keakraban. Semua itu lumrah terjadi dalam setiap pergaulan.

Begitu juga saya dengan Pak Okie, pada saat perkenalan komisioner, dia memang tidak hadir karena ada urusan PHPU di Jakarta. Beberapa hari kemudian bertemu. Sosoknya tinggi besar, sekilas tampak sangat berwibawa. Berjalannya waktu dan berproses bersama, terjadilah dinamika. Liku-liku dalam bekerja. Dinamika misskomunikasi dalam bekerja, sampai hal-hal yang lucu dan menggemaskan.

Sampai hari ini, saya kenal dan bermitra dengan Pak Okie kurang lebih selama 2 tahun 8 bulan. Sebenarnya waktu tersebut bukanlah waktu yang lama, juga tidak bisa disebut sebagai waktu yang singkat, itu semua karena komunikasi yang sangat intensif, sebagai hubungan antara komisioner dan kasubbag.

Soal kecepatan bekerja Pak Okie memang orangnya gercep (gerak cepat). Pekerjaan cepat selasai. Diminta hari ini, saat itu juga bisa selesai. Dalam hal menjadi LO juga demikian, sangat cepat berkomunikasi. Menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan cepat dapat dia komunikasikan. Ini salah satu kelebihan Pak Okie dibanding rekannya yang lain. Sampai karena saking cepatnya, bersurat tidak melalui sekretaris tetapi langsung ke pusat. Hehehehe.

Pernah juga dalam suatu rakor di Blitar, karena saya masih awal, tidak begitu mengerti, dia bilang ke saya, “Pak semua persiapan sudah beres, nanti kita ketemu di masjid Baiturrahman.” Saya jawab, “Uke.” Selang beberapa saat ada driver yang WA ke saya, “Pak pripun persiapan berangkat ke Blitar?” Saya bingung, lho ini driver kok WA begitu, lha Pak Okie tadi apa tidak bersama sang driver. Belum saya jawab. Saya berangkat dan langsung menuju masjid Baiturrahman Tepus.

Setelah sampai ternyata hanya ada Pak Okie dengan Panther Hitam. “Lho lha, kok bawa mobil ini, sing nyopiri sopo?” “Iya, Pak, bawa ini saja irit saya sopiri sendiri pak.” Ikie ono perkoro opo yoan, batin saya. Wong ada mobil yang bagus malah pake yang ini, ada driver malah disopiri sendiri. Ya weslah sing penting nyampe tempat slamet mulih yo slamet.

Dalam perjalanan, saya baru balas WA driver dan tulis, “Semua diurusi Pak Okie, Mas.” Tidak berselang lama, di grup rame. Hahahaha. Itulah salah satu keunikan Pak Okie. Agak sedikit beda angel (sudut padang) dalam memandang sesuatu. Hehehe. Kalau ada yang agak sulit kenapa cari yang mudah, kalau ada jalan dipaido kenapa pilih yang lempeng. Barangkali sedikit ilustrasi sudut pandang Pak Okie dalam melihat sesuatu.

Kalau dilihat dari keunikan dan kelucuan ulah Pak Okie, 2 tahun 8 bulan menjadi pertemuan yang sangat singkat. Kini Pak Okie akan resmi berpindah ke KPU Lamongan. Saya meyakini pasti suatu saat banyak yang rindu dengan style Pak Okie dalam bekerja. Terlepas dari segala kekurangan dan kekontroversiannya, Pak Okie adalah orang yang baik.

Sebagaimana saya dulu, yang pernah ngrundel dengan posisi saya, tetapi saya menyadari bahwa, alkhairu hiratallah. Yang terbaik adalah pilihan Allah. Keputusan terhadap saya sudah terjadi. Peristiwa itu tidak bisa ulang, diubah maupun diperbaiki. Saya belajar untuk menerima. Belajar untuk sabar dan belajar untuk ikhlas. Meskipun berat dilakukan.

Demikian juga dengan Pak Okie, saya meyakini ini adalah keputusan yang berat. Namun, yakinlah bahwa yang terbaik adalah pilihan Allah SWT. Meskipun ketetapan itu berat, yakini ini yang terbaik. Di balik segala sesuatu yang berat, yang menyertai perpindahan ini, yakini pula bahwa ada banyak peluang yang dapat dimanfaatkan Pak Okie untuk hidup dan kehidupan kedepan yang lebih baik.

Di akhir, saya hanya dapat mendoakan Pak Okie, agar senantiasa dilindungi, diberi kekuatan dan diarahkan tetap berada di jalan-Nya yang benar, yang mulia dan senantiasa diridhai Allah SWT. Pak Okie senantiasa sehat dan bahagia bersama keluarga. Aamiin.

Maafkan saya Pak Okie, jika selama bergaul di KPU Kediri, ada kesalahan dan kekhilafan saya kepada Pak Okie. Tentu, saya pun tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan, apalagi kita selama di KPU Kediri berada dalam satu divisi, otomatis merupakan yang paling intensif berkomunikasi dibanding dengan divisi yang lain. Sukses selalu untuk Pak Okie.

Plemahan, 12 Maret 2022

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here