Dilarang Salah Paham

0
89

Oleh: Abd. Azis Tata Pangarsa

Lihatlah ada tanda P dicoret. Saya mengartikannya bukan dilarang parkir disini, tetapi seperti judul di atas, “Dilarang Salah Paham!!!!!” Karena hal yang paling menyedihkan dalam sebuah hubungan antar manusia adalah ketika memutuskan sebuah keputusan dengan landasan atau dasar dari sebuah kesalahpahaman. Misalnya dua orang manusia yang terikat dalam sebuah ikatan pernikahan, harus bercerai akibat salah paham. Dua orang sahabat yang sangat akrab mesti saling membenci akibat salah paham. Antar saudara saling tak menyapa akibat salah paham. Inilah hal terbodoh yang paling sering dilakukan oleh sebagian orang.

“Salah paham” merupakan salah satu hal yang paling saya takutkan dalam hubungan dengan sesama manusia, entah hubungan dalam keluarga (suami-isteri, anak-orang tua, saudara-saudara) atau hubungan sosial antar tetangga dan antar rekan kerja. Semuanya berpotensi untuk terjadinya kesalahpahaman dan membuat hati retak. Menyambung hati yang retak itu pun tidaklah semudah mengkedipkan mata.

Salah paham adalah sebuah anggapan, prasangka, prakiraan/perkiraan, praduga, pemahaman, pengertian, kesimpulan, penilaian dan semacamnya tentang sebuah hal, sebuah peristiwa, sebuah pendapat, sebuah keadaan yang ternyata berbeda dengan kenyataan sesungguhnya, fakta yang sesungguhnya, objektivitas yang sesungguhnya. Hal ini karena merupakan hal yang belum atau tidak diketahui sebelumnya baik sementara ataupun selamanya.

Sebagai salah satu penyebab hati retak, salah paham dapat juga memicu terjadinya suatu konflik dalam hubungan sosial antar manusia. Kondisi semacam ini umumnya disebabkan karena tingkat kemampuan berkomunikasi yang kurang baik. Kemampuan berkomunikasi di sini baik dalam hal menyampaikan informasi maupun dalam hal menerima informasi. Suatu kondisi salah paham biasa dimunculkan ketika suatu informasi yang diterima oleh seseorang memiliki makna atau esensi yang berbeda dari yang dimaksudkan oleh si pemberi atau penyampai informasi.

Akibat komunikasi yang kurang baik dari sisi satu orang dan akibat kurang mampunya mencerna sebuah informasi dari sisi satu orang lagi serta akibat tidak adanya rasa saling percaya. Ketiga hal inilah setidaknya penyebab terjadinya salah paham.

Untuk menjadi seorang dengan kemampuan komunikasi yang baik dan seorang dengan kemampuan penerimaan informasi yang baik, seseorang harus banyak belajar dan membaca. Belajar dari berbagai pengalaman, interaksi, kerjasama, bicara, dialog, diskusi, berpendapat, mengungkapkan ide, mencurahkan isi hati, dll bersama orang lain.

Saling percaya, fair dan terbuka tak ada yang disembunyikan dan ditutup-tutupi. Istilahnya, “jangan ada dusta diantara kita…”. Namun kenyataannya masih saja terjadi hal tersebut, dikarenakan ada rasa tak percaya pada orang lain sehingga tak dapat dengan mudah terbuka terhadap suatu hal.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah sangat mutlak diperlukan bagi siapa saja untuk memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, kemampuan menerima informasi dengan sempurna dan membangun rasa saling percaya antar sesama manusia dalam setiap kondisi hubungan sosialnya, baik di dalam keluarga, di lingkungan masyarakat dan di lingkungan tempat kerja. Yang kesemuanya bermuara pada satu tujuan, agar tidak jadi “salah paham”, yang bisa meretakkan hati dan membuat hubungan antar sesama menjadi tak nyaman.

Akhir kata…, semoga tidak terjadi salah paham diantara kita yaa…, sungguh saya tidak bermaksud meretakkan hati siapa pun.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here