MENGUBAH CATATAN HARIAN MENJADI BUKU

0
569

MENGUBAH CATATAN HARIAN MENJADI BUKU

Oleh:

Agung Nugroho Catur Saputro

 

 

Dulu, bagi saya, menulis buku itu sesuatu yang sangat sulit. Belum tentu dalam waktu satu tahun saya mampu menulis satu judul buku. Persepsi saya dahulu adalah menulis buku itu harus dilakukan dengan sangat serius dan fokus serta memerlukan waktu khusus. Tetapi sejak mendapatkan pencerahan dari mentor menulis saya yaitu Prof. Dr. Ngainun Naim di tahun 2017 saat mengikuti pelatihan online menulis buku ajar, persepsi saya tersebut berubah total. Ternyata menulis buku itu tidak sesulit yang saya bayangkan dahulu. Ternyata menulis buku itu bisa dilakukan dengan santai. Ternyata menulis buku itu mudah, kita hanya perlu mengetahui strateginya. Jika telah mengetahui strateginya, maka setebal apapun buku yang ingin ditulis, maka hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil.

 

Dalam pelatihan menulis tersebut, Prof. Dr. Ngainun Naim mengenalkan sebuah filosofis tentang menulis yaitu menulis itu bagaikan sebuah klangenan. Bagi beliau, menulis itu seperti klangenan, menulis itu menyenangkan. Karena menyenangkan, maka menulis itu menjadi aktivitas harian yang tidak membosankan. Karena menyenangkan, maka beliau berusaha setiap hari menulis. Beliau menikmati aktivitas menulis tersebut tanpa ada rasa terbebani.

 

Mendengarkan penjelasan beliau tersebut, pikiran saya menjadi terbuka. Saya merasa mendapatkan sebuah insigt baru yang membuka tabir pikiran saya sehingga saya akhirnya memiliki cara pandang baru tentang aktivitas menulis. Menulis sebagai klangenan adalah sebuah cara pandang baru yang saya coba terapkan dalam kehidupan saya. Selama beberapa bulan saya mencoba mempraktikkan formula “klangenan” dari Prof. Dr. Ngainun Naim tersebut dengan setiap hari belajar menulis, menulis tema apapun yang muncul dalam pikiran saya.

 

Sejak itu, saya terus berusaha menulis setiap hari. Apapun ide yang terbersit dalam pikiran segera saya tulis di smartphone. Apapun yang saya lihat dan menarik segera saya abadikan dalam sebuah tulisan di smartphone. Apapun yang saya dengar dan itu menggelitik pikiran saya segera saya catat di aplikasi menulis di smartphone. Demikianlah saya berusaha memanfaatkan sisi lain dari smartphone selain sebagai alat komunikasi juga bisa untuk belajar menulis.

 

Satu tahun berikutnya sejak mengikuti pelatihan menulis online bersama Prof. Dr. Ngainun Naim dan mempraktikkan ilmunya, saya mampu menulis dan menerbitkan empat judul buku solo. Keempat buku solo saya tersebut semuanya berasal dari catatan-catatan harian saya selama hampir satu tahun sebelumnya. Dari berbagai tema tulisan di catatan harian tersebut, saya kelompokkam menjadi empat tema besar yang kemudian menjadi calon judul buku. Keempat buku tersebut memang bukanlah buku bermutu tinggi ataupun buku best seller karena hanya berasal dari catatan-catatan harian, tetapi yang jelas salah satu judul buku saya tersebut sampai sekarang masih laku terjual dan setiap tahun saya masih menerima royalty dari hasil penjualan buku oleh penerbit.

 

Aktivitas menulis catatan harian tersebut masih terus saya lakukan hingga sekarang. Catatan-catatan harian yang saya tulis di handphone tersebut selanjutnya saya pindahkan ke komputer. Dari kebiasaan menulis harian tersebut, akhirnya di komputer saya banyak tersimpan file-file arsip catatan-catatan harian dengan berbagai topik. Arsip catatan-catatan harian inilah yang dikemudian hari akan menjadi bahan untuk menjadi buku.

 

Setelah sempat selama dua tahun vakum dari menulis buku solo, saya berencana akan kembali menulis buku solo di tahun ini. Bahan tulisan yang akan diterbitkan menjadi buku sudah ada di komputer, saya hanya perlu menyatukan dalam satu file, kemudian memikirkan judul buku, menyusun daftar isi, dan membuat kata pengantar. Setelah itu, selanjutnya tugas penerbit untuk mengubah kumpulan tulisan saya tersebut menjadi buku hingga terbit.

 

Di awal tahun 2023 ini, saya mengubah kumpulan catatan harian saya yang bertema tentang aktivitas menulis menjadi sebuah buku yang saya beri judul Bongkar Rahasia Cara Mudah Produktif Menulis Buku. Alhamdulillah proses layout, pengurusan ISBN dan pengajuan sertifikat hak cipta sudah selesai, tinggal menunggu proses cetak saja. Pada kesempatan ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada mentor menulis saya, Prof. Dr. Ngainun Naim yang terus mendukung aktivitas menulis saya dan telah berkenan memberikan kata pengantar pada buku saya ini. Semoga buku karya sederhana ini bermanfaat dan ada yang berminat membacanya. Amin. []

 

Gumpang Baru, 28 Februari 2023

 

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here