PERCAYALAH KAMU AKAN SUKSES

0
1594

oleh Husni Mubarrok

“Menganggap dirinya berharga dan bernilai akan mendorong setiap pribadi untuk terus mengasah dan mengembangkan apa yang dimikilinya menjadi sukses dan maju sementara berfikir negatif atas diri sendiri itu hanya akan membuat dirimu tetap tak berdaya, merasa tak bernilai dan tiada guna hingga pada akhirnya selamanya tak akan pernah sukses dan maju”

 

Pernah pada satu kesempatan, saya melihat dan menyaksikan salah satu siswa saya sedang menyendiri, ia terlihat murung dengan wajah sayu penuh kegelisahan, tak banyak omong dan sesekali hanya tertunduk lesu. Kelihatan betul bahwa ia sedang ada masalah dirundung kegelisahan. Rasa haru dan kasihan mengelayuti pikiranku saat kumelihatnya. Tanpa pikir panjang aku pun langsung menghampirinya, sembari bertanya “Ada apa nak, kamu kok kelihatan bersedih, kamu punya masalah apa, lihat teman-temanmu itu, mereka semua pada kumpul-kumpul bermain, dan bercanda gurau, kamu tidak ingin seperti mereka kumpul dengan teman-temanmu” Sambil kurangkul dan kutatap wajahnya yang sedih itu.

Awalnya tidak ada reaksi darinya, ia masih murung dan tertunduk lesu hingga saya pun bertanya untuk yang kedua kalinya, namun kali ini saya lakukan dengan sentuhan lembut, dari hati yang terdalam tanpa melukai perasaanya. “Ada apa nak, coba cerita, ndak apa-apa, jangan takut bapak siap kok mendengarkan ceritamu”, Ucapku dengan nada lembut. Selang 3 menit kemudian ia mulai  bicara dengan agak terbatah-batah, lalu sedikit demi sedikit mulai lancar hingga akhirnya ditumpahkanlah segala hal terkait dengan kegelisahannya saat itu.

“Gini lho pak, saya malu sama teman-teman, saya merasa jadi anak yang paling bodoh di kelas, setiap ulangan saya selalu remidi, nilai saya juga paling jelek, mungkin bapak juga sudah tahu bahwa aku ini anak yang bodoh” ungkapnya dengan nada rendah. “Makanya teman-temanku sering bilang bahwa aku ini tidak akan jadi orang sukses nantinya, karena aku bodoh” tuturnya kembali menegaskan ceritanya. Setelah mendengar ceritanya, saya pun menasehati sembari menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu menjamin akan kesuksesan kita, termasuk pula dengan teman-temanmu. Karena bisa jadi sekarang engkau kurang pintar atau tidak bisa namun dengan keuletan belajar yang engkau lakukan kedepannya engkau berubah jadi anak pandai. Atau saat ini prestasimu biasa-biasa saja, namun siapa bisa mengira prestasimu menjadi luar biasa. “Oleh karena itu anakku, janganlah engkau bersedih, tak usahlah engkau galau, berfikirlah positif tentang dirimu dan masa depanmu, yakinlah bahwa kesuksesan akan menyertaimu jika engkau mau berubah” ucapku sembari menegaskan kepadanya.

Siswaku yang kucinta.  Merasa minder, tak berdaya dan rendah diri tidaklah baik, justru hal ini akan menjerumuskanmu kedalam lubang kegagalan dan ketidakberdayaan. Dalam jangka panjang jika engkau pelihara sifat ini maka selamanya kalian tidak akan bisa bangkit, akan tetap tertindas dan terpuruk dalam persepsi negatif yang kalian buat sendiri, hanya menjadi manusia biasa yang pekerjaannya cuma melihat dan menyaksikan kesuksesan-kesuksesan yang dialami oleh orang-orang disekelilingnya tanpa pernah menjadi bagian didalamnya sebagai orang-orang sukses.

Ingatlah setiap manusia punya potensi, punya kelebihan, punya keunggulan meski itu hanya kecil, namun tetaplah itu kelebihan. Jika kalian mampu mengembangkan, mengasah dan terus berlatih serta memolesnya atas kelebihan yang kalian miliki, maka yakinlah potensi itu akan meledakkanmu dan mengetarkan jiwa-jiwa mereka yang selalu memandang remeh tentang dirimu.

Sekarang tengoklah, apakah kesuksesan itu hanya milik mereka-mereka yang secara fisik terlahir dengan sempurna, ataukah hanya milik para siswa yang orang tuanya berkantong tebal, atau mereka yang terlahir dari keluarga yang berjibun tahta dan jabatan. Tentu tidak, bukan?. Coba tengok tentang kisah perjalanan mantan menteri BUMN Dahlan Iskan, apakah ia berasal dari keluarga kaya raya?, tidak bukan. Ia hanyalah anak dari keluarga miskin, saat pulang sekolah, ia menjadi penggembala kambing sekaligus pencari ikan, bahkan di masa kecil beliau juga sudah berpisah dengan ibunya meski demikian ia bisa menjadi orang hebat bahkan pernah mengantarkannya menjadi seorang menteri.

Anakku yang kucinta. Saat kalian merasa gagal pada nilai akademik, maka tetaplah semangat, tak perlu gelisah, murung dan bersedih. Ingatlah engkau masih punya kelebihan yang lain. Lihatlah sisi olahragamu, bukankah engkau pandai memainkan si kulit bundar?. Bukankan engkau pandai bermain tenis?, atau mungkin keahlianmu dalam memainkan bola basket. Saat kemampuan akademik dan olahragamu rendah, maka ingatlah bahwa engkau masih punya kealian dibidang seni dan keterampilan. Ayo sekarang lihatlah. Bukankah engkau yang pandai melukis?. Bukankah engkau yang bersuara merdu saat membaca Al-Qur’an?. Bukanlah engkau yang terampil dalam mengoperasikan komputer? atau engkau yang jago masak?. Sungguh Tuhan kita, Allah amatlah adil. Dialah yang Maha Adil. Dialah yang menciptakan hamba-hambanya dengan segala keunikan dan kemampuan yang berbeda dan pastinya setiap manusia terlahir dengan bakat dan potensi yang berbeda-beda meski itu terkadang kecil adanya.

Berfikir positif atas diri sendiri itu harus. Karena denganya akan terlahir sikap menghargai dirinya. Menganggap dirinya berharga dan bernilai akan mendorong setiap pribadi untuk terus mengasah dan mengembangkan apa yang dimikilinya menjadi sukses dan maju sementara berfikir negatif atas diri sendiri itu hanya akan membuat dirimu tetap tak berdaya, merasa tak bernilai dan tiada guna hingga pada akhirnya selamanya tak akan pernah sukses dan maju. Naudzubillah

Anakku yang kucinta. Perintah untuk selalu berfikir positif telah tergambar dalam Al-Qur’an, dalam surat Adh-Dhuha, yang artinya “(3)Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu, (6) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?, (7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk, (8) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan”

Ayat di atas jelas memberikan peringatan kepada kita semua bahwa kita dilarang untuk berfikir negatif terhadap Tuhan kita Allah dengan berfikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita dan membenci kita. Ketahuilah bukan Tuhan yang meninggalkan kita, tapi kita lah yang sering menjauhkan diri pada-Nya, bukan Tuhan yang membenci kita, tapi kita lah yang sering menganiyaya diri kita sendiri dengan tidak taat pada-Nya. Bukankah Tuhan telah memberikan petunjuk saat engkau merasa kebingungan, bukankah Tuhan telah mencukupkanmu saat engkau serba kekurangan. Oleh karenanya jangan engkau merasa minder wahai anak-anakku dengan berkata “Aku tidak akan bisa sukses”, tapi yakinlah dengan izin Tuhanmu dan berkatalah bahwa “Aku bisa sukses”

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here