80 MEME BULAN INI

0
585

80 MEME BULAN INI

Muhammad Chirzin

  1. Semakin tinggi memanjat, semakin sakit bila terjatuh.
  2. Dengan memberi kita menerima.
  3. Harga diri seseorang dapat diukur dengan kadar penghargaannya kepada orang lain.
  4. Kemampuan menertawakan diri sendiri tanda kedewasaan pribadi.
  5. Pertemanan sejati bukan karena janji, tapi karena sehati.
  6. Diam itu emas, bersuara itu berlian.
  7. Hidup ini ekspedisi menjalani visi, misi, persepsi, dan ekspektasi.
  8. Hijrah artinya pergi untuk kembali.
  9. Setiap orang selalu punya waktu untuk melakukan apa yang ia suka.
  10. Kebiasaan baik atau buruk bermula dari pengalaman yang diulang-ulang.
  11. Orang hebat mengubah dirinya menjadi lebih bermanfaat.
  12. Setiap orang tahu jalan kesuksesan, tetapi tidak tentu menempuhnya.
  13. Kesuksesan adalah seberapa tangguh orang bangkit setelah jatuh.
  14. Orang jarang sukses, kecuali yang mampu menikmati apa yang dikerjakan.
  15. Jika orang unggul dalam perkara dunia, maka ungggullah dalam perkara akhirat.
  16. Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan amal hidup menjadi melimpah.
  17. Iman mempengaruhi kedewasaan dalam berpikir, berkata, bersikap, dan berbuat.
  18. Insan tak akan bosan bersimpuh di hadapan Tuhan.
  19. Dengan melangkah ke depan kita menemukan jalan.
  20. Siapa yang lacur akan hancur.
  21. Siapa yang tidak jujur akan terkubur.
  22. Khianat beban berat di akhirat.
  23. Kebersihan melahirkan kemuliaan.
  24. Siapa yang menutupi perkara akan sengsara.
  25. Perangai buruk menular, perangai baik menjalar.
  26. Kebaikan adalah rahmat, keburukan adalah laknat.
  27. Satu kesalahan menutupi banyak kebaikan; satu kebaikan menutupi banyak kesalahan.
  28. Sepatutnya orang berbuat baik kepada sesama tanpa mengharap imbalan apa-apa.
  29. Pembeda seseorang dengan lainnya ialah isi hati dan kepalanya.
  30. Di sini kita sementara, di sana kita selamanya.
  31. Semakin jauh jarak waktu dari peristiwa, semakin kurang orang mengingatnya.
  32. Bumi tidak cukup untuk memuaskan keserakahan sembilan orang saja.
  33. Orang yang paling beruntung, pahalanya terus menggunung.
  34. Selalu ada teladan bagus untuk diikuti, dan teladan buruk untuk dijauhi.
  35. Bahasa menunjukkan bangsa, kelakukan menunjukkan kepribadian.
  36. Keburukan yang mengancam keselamatan tidak cukup ditolak dengan ucapan.
  37. Menjadi agen perubahan dengan menyebarluaskan gagasan.
  38. Berani tak berani kita pasti kembali ke hadirat Ilahi.
  39. Masyarakat niscaya selamat jika selalu ingat akhirat.
  40. Jangan anggap sepi ancaman Ilahi Rabi.
  41. Kemungkaran yang terorganisasi niscaya dihadapi secara jama’i.
  42. Pekerjaan paling sulit adalah berkata “tidak” kepada pihak yang banyak memberi.
  43. Pendidikan adalah investasi intelektual dan eskalasi kehidupan.
  44. Pendidikan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Segala rintangan harus disingkirkan.
  45. Tugas pendidik menyiapkan generasi yang sanggup memimpin negeri sepenuh hati.
  46. Tugas guru membantu murid menemukan rencana Tuhan untuk maju.
  47. Setiap zaman melahirkan pahlawan, setiap pejuang menghadapi tantangan.
  48. Pahlawan sungguhan berani akui kesalahan; pemimpin sejati tak gengsi undur diri.
  49. Siapa pun yang berbuat untuk kemaslahatan patut disebut pahlawan.
  50. Setiap perjuangan pasti mendapat imbalan.
  51. Lebih baik berjuang untuk sesuatu daripada tanpa berbuat apa-apa.
  52. Pejuang di barisan paling depan, lebih utama daripada ribuan cendekiawan di belakang.
  53. Di mana ada orang beramar makruf, di sana ada yang beramar mungkar.
  54. Dengan menerima tantangan kita bisa merasakan kegembiraan dari kemenangan.
  55. Adil dan jujur adalah dua sisi dari sekeping mata uang yang sama.
  56. Berlaku adil kepada siapa saja, niscaya mulia di sini dan di sana.
  57. Keadilan, kebenaran, dan kebebasan pangkah kebahagiaan.
  58. Menemukan kebenaran, bukan pembenaran.
  59. Bangsa yang cerdas tidak terperosok tiga kali pada lubang yang sama.
  60. Mengawal demokrasi agar tidak bermetamorfosis menjadi democrazy.
  61. Pemimpin sejati menyiapkan pengganti.
  62. Pemimpin itu menomorsatukan rakyat, bukan kerabat.
  63. Pemimpin yang bijaksana niscaya memperoleh singgasana dalam surga.
  64. Baik dan buruk nasib bangsa di tangan pemimpinnya.
  65. Indonesia akan menjadi lebih baik jika jabatan Presiden RI satu kali saja.
  66. Pindah Ibu Kota menghindari masalah menimbulkan masalah.
  67. Jantung demokrasi adalah kata hati.
  68. Janji adalah hutang yang harus dilunasi; hutang adalah janji yang harus ditepati.
  69. Uang dapat menaklukkan apa saja dan siapa saja.
  70. Negara niscaya mengejawantahkan kemaslahatan bagi semua.
  71. UU ITE telah memakan korban, maka perlu perbaikan.
  72. UU KPK diduga telah dilemahkan, maka perlu penguatan.
  73. UU Cipta Kerja diduga telah disalahgunakan, maka perlu diluruskan.
  74. Presiden dan Ketua Dewan telah mengaburkan dan merancukan RUU HIP dan RUU BPIP di depan ribuan demonstran (16 Juli 2020).
  75. Demi eksistensi NKRI, kapan kita berjuang kalau bukan sekarang?
  76. Menyelam ke kedalaman persoalan bangsa dan beri solusi, bukan sekadar argumentasi.
  77. Akankah Tuhan mengubah kondisi bangsa ini tanpa kita berusaha memperbaiki?
  78. Mendapat postingan adalah kepastian, memposting kembali adalah pilihan pribadi.
  79. Pemikiran membuahkan perkataan.

Perkataan membuahkan perbuatan.

Perbuatan membuahkan kebiasaan.

Kebiasaan membuahkan kepribadian.

Kepribadian membuahkan kebahagiaan.

  1. Gus Mus berkata, “Malaikat tak pernah salah. Setan tak pernah benar. Manusia bisa benar, bisa salah. Maka kita dianjurkan saling mengingatkan, bukan saling menyalahkan.” Saya tambahkan, “Kita saling mengingatkan tentang kesalahan.”

 

 

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here