DAHSYATNYA KOTAK AMAL

0
135

Tiga pilar penyangga ummat, pendidikan agama, zakat-sedekah dan rumah sakit. Coba cek, ummat yang barisannya kuat pasti dilandasi oleh tiga hal itu. Jika sebuah pemukiman taruh kata 100 keluarga ya, ingin ummatnya tenang. Maka lakukan tiga hal itu.
Lalu sinergikan antara rumah, masjid/musholla, sekolah/kampus.

Lakukan gerakan pendidikan agama, di rumah dan dimasjid tunaikan perintah agama dengan baik, belajar mengaji bagi semua anggota keluarga,tak terkecuali ayah dan ibu. Tegakkan sholat, yang wajib bagi pria di mesjid atau mushola. Biasakan melakukan semua aktifitas sejak bangun hingga tidur secara beradab. Pembiasaan baik dimulai dari dalam rumah, dimulai dari para orangtua yang memberikan contoh kebaikan dan kebenaran sebisa mungkin. Biasakan haluskan nada bicara, gunakan kata-kata santun, buka ruang musyawarah untuk mufakat.
Kedua, biasakan bersedekah, kotak amal yang terlihat remeh-temeh terkadang penuh dengan receh yang nyaris seharga parkir mobil saja itu jangan dikira tak berdaya. Seratus rupiah hingga seratus ribunya mampu membangun musholla, bahkan ketika para dermawan bersedekah mereka memberi dalam bentuk tiang-tiang pancang, ubin marmer dan mimbar kayu jati.

Mengapa mereka mau demikian ?
Kotal amal, kotak sedekah, kotak zakat itu bukan milik manusia, dia milik Allah. Maka Allahlah yang menjaganya dari tangan-tangan tak baik. Dibalik penjagaan Allah atas kotak-kotak itu ada tanggungjawab besar. Jika isi kotak itu tak mengalir sampai kepada yang berhak pada waktunya. Nanti akan ada orang yang menggunakannya belum tentu sesuai pada tempat dan waktunya. Dicuri misalnya.

Kosongkan segera kotak-kotak itu untuk didistribusikan pada yang berhak, tepat pada waktunya. Allah akan menuntun orang untuk mengisi kembali kotak itu, jangan ragu dan jangan bimbang. Katakan dalam satu musholla, ada sembilan puluhjuta rupiah terkumpul dan mengendap tanpa ada satu agenda apapun yang bisa memberdayakan ummat dalam skala 100 keluarga, maka kotak itu tidak akan berdaya apa-apa. Dia hanya tumpukan kertas dan coin , yang tak pernah sampai pada yang berhak. Sementara yang berhak merintih dan berdoa setiap malam pada Allah, dan hatinya mulai gamang.

Dimana Allah ? Kemana Allah ? Lalu bisik-bisik setan mulai terdengar ditelinganya.
Lakukan sesuatu dengan kotak-kotak itu jika akan membangun ummat yang kuat, tegak sholatnya karena sanggup berdiri khusyu dalam doa. Cerdas akalnya sebab dia terdidik benar sejak dari rumah, hingga sekolah.

Kemudian, sinergikan isi kotak amal itu dengan rumah-rumah yang dihuni janda dan anak yatim, sekalipun mereka mantan keluarga pejabat. Sinergikan itu dengan para guru di sekolah untuk membantu mereka mendidik anak-anak. Agar tegak idealismenya sebagai pendidik. Agar kuat tenaganya mendampingi anak-anak bertumbuh.

Ketiga, bangun klinik-klinik kesehatan ditiap masjid, didik ummat untuk menjaga kesehatan, bukan sekedar mengobati penyakit. Sehatkan akal, jiwa dan raga ummat dengan pengetahuan, sehingga mereka menyadari bahwa ada tanggungjawab individu terhadap kehidupan mereka.

Kotak amal, bukanlah sekedar kotak amal. Dia punya kekuatan dan kekayaan yang tak pernah berkurang jika sampai pada yang berhak pada waktunya.

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here