Sukses Penyelenggaraan Sekolah Inklusi Melalui Manajemen Peserta Didik

0
175
Buku Manajemen Peserta Didik di Sekolah Inklusi

Oleh:

Mutiara Fhatrina, S.Pd.

Judul Buku : Manajemen Peserta Didik di Sekolah Inklusi
Penulis : Hitta Alfi Muhimmah, S.Pd., M.Pd.
Penerbit : Sahabat Pena Kita Publishing
Cetakan : Pertama, 2020
ISBN : 978-623-91485-3-9
Tebal Halaman : 100 Halaman

 

 

Setiap manusia tentu saja setuju bahwa pendidikan adalah hak dari setiap anak, tak terkecuali anak-anak inklusi. Menurut penulis, hadirnya anak-anak dengan kebutuhan khusus di tengah-tengah sekolah formal membawa perbedaan yang indah layaknya pelangi. Anak dengan berbagai kondisi yang dimiliki, menjadikan mereka dapat saling membutuhkan, saling menghargai, dan saling menghormati satu sama lain.

Mengutip pada Education for All Dakkar deklarasi Bangkok dari konferensi Menteri Pendidikan Asia Tenggara, terdapat definisi dari kualitas dan keseteraan dalam pendidikan yang meliputi pendidikan inklusif, pendidikan responsive gender, dan lingkungan yang protektif dan sehat. Dari sini penulis ingin menyampaikan sistem pendidikan yang baik juga memperhatikan keberagaman peserta didik dengan hadirnya siswa inklusi ini. Dengan adanya manajemen peserta didik inklusi yang baik, penulis menyakini bahwa akan berdampak pada melejitnya potensi peserta didik inklusi.

Buku ini disusun berdasarkan pada hasil penelitian penulis. Oleh karena itu, teori yang ditulis juga diperkuat dengan data hasil penelitian lapangan, khususnya di SDN Mriyunan dan SD Setia Budhi Kabupaten Gresik.

Sesuai dengan judulnya, buku ini akan membahas 3 hal secara khusus, yang pertama adalah ilmu manajemen, kedua adalah peserta didik, dan yang ketiga adalah sekolah inklusi. Konsep dasar manajemen menjadi pembahasan pertama. Mengutip pengertian manajemen oleh Stoner, Freman, dan Gilbert, “the process of planning, organizing, leading, and controlling the work of organization members and using all available organizational resource to reach stated organizational goals”.  Dari pengertian tersebut terdapat prinsip-prinsip konsep dasar manajemen yang kemudian diaplikasikan dalam penerapannya pada pendidikan inklusif yang tentunya tidak sama dengan manajemen peserta didik reguler.

Terdapat empat konsep fungsi manajemen yang dikemukakan penulis dalam buku ini. Keempat fungsi tersebut adalah perencanaan (planning), pengorganisasian (organization), kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling). Tentunya empat konsep dasar tersebut saling berurutan dan menjadi modal utama dalam ilmu manajemen.

Selain manajemen, konsep dasar peserta didik dan wawasan sekolah inklusi juga menjadi pembahasan dalam buku ini. Dari sini, para pembaca disuguhkan dengan teori dasar mengenai peserta didik dengan penjelasan yang sederhana namun cukup berbobot, sehingga pembaca juga merasakan daging dari tiap materi yang disajikan.

Bab selanjutnya menjadi pembahasan utama, yaitu mengenai manajemen peserta didik di sekolah inklusi. Dengan memadukan tiga konsep dasar, ilmu manajemen, peserta didik, dan sekolah inklusi, pembaca tidak hanya mendapatkan teori akan tetapi juga paparan hasil penelitian tentang penerapan manajemen peserta didik di sekolah inklusi dari kedua sekolah yang diteliti oleh penulis. Terdapat pula penggambaran proses manajemen peserta didik inklusi di kedua sekolah yang diteliti oleh penulis, yaitu SDN Mriyunan dan SD Setia Budhi. Penggambaran ini menjelaskan tentang alur strategi dan komitmen bersama yang dibangun oleh kedua sekolah bersama warga sekolah lainnya.

Dalam buku ini, penulis tidak hanya menyajikan teori saja, namun juga menuliskan buah pemikiran yang dimilikinya. Penulis yang memiliki latar belakang pendidikan yang linier pada bidang manajemen pendidikan serta kecintaan beliau terhadap pendidikan inklusi lewat penelitian membuat beliau kaya akan pengetahuan dalam bidang tersebut.

Buku ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain adalah keseimbangan antara penyajian teori dan praktik dari manajemen peserta didik di dua sekolah inklusi, yaitu SDN Mriyunan dan SD Setia Budhi di Kabupaten Gresik. Selain itu, hadirnya kata pengantar maupun testimoni dari banyak pihak seperti Dr. Mudjito AK., M.Si selaku Kaprodi Program Doktor Manajemen Pendidikan Unesa dan mantan direktur Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Kemendikbud membuat buku ini terasa kualitas isinya.

Selain memiliki kelebihan, tentunya buku ini juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain dalam penjabaran langkah-langkah manajemen peserta didik di sekolah inklusi kurang mendalam sehingga pembaca merasa masih haus akan ilmu manajemen peserta didik di sekolah inklusi.

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here