DIKEJAR DUIT

0
959

Oleh Syahrul

Ada pernyataan yang lama saya renung-renungkan. “Mengapa kebanyakan kita itu ngejar-ngejar yang namanya duit, harta dan materi ya?” Heran kan.
.
Sampai-sampai harus banting tulang, peras keringat, siang jadi malam, malam jadi siang. Pergi pagi pulang pagi. Sampai-sampai tidak sempat menikmati hidup. Anehnya, yang dikejar-kejar malah lebih kencang larinya. Terjadilah kebisingan yang tak mendamaikan. Stres dan frustasi. Yang dipikirkan otak kita dari tidur sampai tidur kembali adalah si Duit.
.
Ada nggak sih caranya agar kita balik posisi. Uang, harta dan materi yang ngejar-ngejar kita. Semakin kencang kita lari darinya, semakin cepat ia mengejar. Seperti dikejar bayang-bayang gitu. Ah, jadi teringat sahabat Abdurrahman bin Auf. Manusia yang tak henti-hentinya dikejar harta.
.
Setelah saya pikir-pikir, mungkin ini caranya. Apa itu?
.
Siapa sebenarnya pemilik uang, harta dan materi itu? Allah bukan. Kalau begitu? Ya, dekati aja pemiliknya. Caper kepada penggenggamnya. PDKT sama penguasanya. Cari muka sama yang punya. Sembari mencueki si Duit itu. Sekali-kali lihat duit itu kayak orang malas gitu loh. Cuek dan nggak merasa butuh. Sekali-kali buat si duit itu menatap kita penuh harap agar diambil gitu loh. Balas dendam.
.
Dah, hari ini hari Jumat. Sedekah yang banyak ya.
.
#sharekebaikan
#statusdakwah
#gurupenulis

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here