GoT Lover Story’ 05

0
68

Setelah mimpi disembur Naga, Arya merubah posisi tidurnya. Kalau sebelumnya menghadap ke kiri. Sekarang menghadap ke kanan. Arya tidur lagi tanpa membaca doa.

 

Sementara itu Maria baru saja dari belakang mengambil wudhu. Maria bersiap-siap hendak melaksanakan  salat  Tahajud.

 

Maria salat Tahajud delapan rakaat dan satu witir.

 

Ketika Maria sudah selesai melaksanakan salat Tahajud, tiba-tiba  Arya berteriak  dengan suara ketakutan.

“Ampuuun, ampuuun!”

 

Maria cepat-cepat melepas mukenahnya dan mendekati tempat Arya tidur. 

 

Maria mengguncang-guncang tubuh Arya dengan keras agar terbangun.

“Arya bangun!” Maria berkata sambil tetap mengguncang-guncang tubuh Arya.

 

Arya tetap tak terbangun.

 

Maria memijat jempol kaki Arya.

 

Tak lama kemudian Arya terbangun. 

“Jangan bunuh aku!” Arya berkata dengan nada ketakutan.

 

“Astaghfirullah… Maria tidak mau membunuhmu,” ucap Maria.

 

Arya memandang Maria. Lalu memeluknya,  “Besok malam  aku tidur di rumahmu saja ya?” 

 

“Ya. Sekalian  ibuku terapi ruqyah kamu InsyaAllah.”

 

Pada malam berikutnya Ibu Maria  memberikan terapi ruqyah mandiri pada Arya.

 

Sebelum Arya merebahkan badannya di tempat tidur, Ibu mengajak Arya mengambil air wudhu. 

 

Setelah itu Ibu mengajak Arya salat dua rakaat dan berdoa sebelum tidur, “Ya Allah dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati. 

 

Kemudian Ibu mengajak Arya berdzikir hingga Arya tertidur.

 

Keesokan harinya. Setelah salat subuh Ibu mengajak Arya membaca dzikir pagi. Kata Ibu,  dzikir  itu tidak hanya bermanfaat untuk mengusir jin tetapi juga untuk mendatangkan ketentraman hati, melapangkan rezeki dan menguatkan jiwa.

 

Ketika dzikir, mereka membaca ayat kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas. Mereka juga membaca doa, “Ya Allah, hanya dengan Rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki pagi, hanya dengan rahmat dan kehendak-Mu pula kami hidup dan mati serta hanya kepada-Mulah kami kembali.”

 

Kemudian membaca Sayyidul Istighfar yang artinya,”Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah selain Engkau, Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku yakin dengan janji-Mu dan aku akan setia kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang kuperbuat. Aku mengakui  nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan dosaku, maka ampunilah aku. Dan sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

 

Setelah dzikir pagi, Ibu mengajak Arya tilawah.

 

Ketika Ibu melihat Maria menonton film GoT  di hape Arya. 

Ibu membelalakkan  matanya  dan  spontan berkata,” Astaghfirullah. Ya Allah kami memohon ampun kepada-Mu.”

 

Maria diam menunduk.

 

 “Apakah  kamu ingin diserang jin GoT, Maria”

 

“Tidak mau, Umi.”  Maria menjawab sambil menggelengkan kepalanya dan menaruh hape di atas meja.

 

 Sore harinya setelah melaksanakan salat Asar, Ibu mengajak Arya membaca dzikir petang.

 

Arya pun membaca dzikir petang yang artinya, “Pada waktu sore kami berada di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan agama ayah kami Ibrahim alaihi sallam yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”

 

Setelah itu Ibu mengajak Arya bertaubat dengan banyak membaca istighfar dalam hati dan berniat dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulangi perbuatan buruk lagi.

 

Setelah menjalani terapi ruqyah mandiri selama dua belas bulan, akhirnya Arya sembuh dari gangguan tidurnya. Dengan kata lain tidak mengalami mimpi buruk lagi. 

 

Setelah kondisi psikis pulih Arya tidak mau berpenampilan tombol seperti memakai “blue jean” lusuh  dan  kaos lengan pendek.  

 

Arya mulai  istikamah mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslimah seperti melaksanakan salat wajib lima waktu tepat waktu, berpuasa wajib di bulan Ramadhan sebulan penuh dan berbusana muslimah dalam kehidupan sehari-hari.

 

 Arya biasa memakai rok panjang dan baju tunik plus jilbab instan yang lebar ketika menemui tamu lelaki yang bukan mahramnya atau pergi ke luar rumah. 

 

Arya juga mulai   belajar membaca Al-Qur’an di rumah Maria dan  rajin menghadiri majelis taklim di Masjid Al-Yakin yang ada di kompleks perumahan.

 

Setelah istikamah mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslimah, Arya mulai membiasakan mengerjakan amalan-amalan sunah seperti salat sunah Dhuha dan Tahajud, membaca Al-Qur’an, berpuasa sunah Senin Kamis, bersedekah setiap hari Jumat dan dzikrullah atau mengingat Allah dengan berzikir setiap saat, dzikir pagi dan petang.

 

Selesai

 

Biodata Narasi

Abdisita Sandhyasosi. Alumni psikologi Unair. Pernah ngajar di PP Al-Ishlah Bondowoso. Ibu lima anak. Tinggal di Bondowoso. Bergabung dengan Blog Kompasiana. Penulis buku solo “5 Kunci Sukses Hidup” (Tinta Medina, 2017) dan sejumlah buku antologi Quantum Belajar (Genius Media,2016), Mata Air Pesantren (Genius Media, 2016), Aku, Buku dan Membaca (Akademia Pustaka, 2017), Perempuan Dalam Pusaran Kehidupan (Diandra, 2018), Gaya Hidup Di Era Pandemi Covid-19 (Sahabat Pena Kita, 2021) Titik Balik Menuju Cahaya (Sahabat Pena Kita, 2021), Inspirasi Menulis dan Menerbitkan Buku (Oase, 2021) Profesor Ngainun Naim (Sahabat Pena Kita, 2022) FB Sakura Hurulaini. Email: hamdanummu27@gmail.com

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here