Palestina Dijajah Israel, Apa yang Sudah Dilakukan oleh Keluarga Kita?

0
100
Palestina diserang Israel sumber : https://pixabay.com/id/photos/gaza-mengupas-palestina-3829414/

Oleh : Ahmad Tri Sofyan

Mendengar dan melihat peperangan antara Israel dengan Palestina sebetulnya bukan hal yang mengagetkan, karena dua negara ini memang masih terus mempertahankan dan memperebutkan tanah Palestina. Akan tetapi kali ini benar-benar mengagetkan dan menyedot perhatian umat Muslim bahkan Non Muslim di seluruh dunia. Sudah satu bulan lebih Israel masih terus membombardir Palestina.

Tidak tanggung-tanggung serangan yang dilakukan oleh Israel, dimana para wanita dan anak-anak yang harusnya dilindungi tapi justru ikut menjadi korban kebiadaban zionis. Seolah mereka sudah tidak punya hati nurani lagi. Seruan dan desakan dari berbagai negara terhadap Israel untuk menghentikan serangannya, nyatanya tidak membuat negara ini bergeming.

Indonesia sebagai negara yang memiliki hutang budi terhadap Palestina juga ikut memberikan dukungan terhadap Palestina. Dukungan berupa dana yang dihimpun oleh ormas-ormas yang ada di Indonesia untuk disalurkan ke Palestina Alhamdulillah jumlahnya Milyaran; Pendirian Rumah sakit Indonesia di Palestina; Aksi bela Palestina dengan orasi-orasi mengutuk keras kejahatan Israel bergema di berbagai daerah di Indonesia; boikot-boikot terhadap produk Israel yang ada di Indonesia masif digencarkan, bahkan MUI secara tegas dan resmi menyampaikan fatwanya untuk memboikot produk-produk Israel; tidak kalah menariknya, bendera-bendera Palestina juga berkibar di Indonesia. Itu semua merupakan bentuk dukungan dan keberpihakan Indonesia terhadap Palestina.

Selain hal di atas, dukungan berupa do’a dan kobaran api semangat untuk mendukung Palestina juga banyak disampaikan oleh para mubaligh di Indonesia. Saat khutbah jum’at, banyak khotib yang menyampaikan sejarah Palestina dan Israel sehingga banyak yang semakin sadar dan mengetahui realitas sejarahnya. Podcast-podcast, sebagai chanel yang sedang menjamur di Indonesia juga banyak mengundang pakar dan orang yang konsen terhadap konflik Israel dan Palestina, sehingga semakin menambah wawasan dan akhirnya menguatkan dukungan terhadap Palestina.

Serangan yang begitu kejam dan tidak berperikemanusiaan oleh Israel terhadap Bangsa Palestina telah membuka mata dan menyadarkan berbagai pihak untuk ikut mendukung Palestina. Gilad Atzmon, seorang mantan tantara Israel memilih menanggalkan kewarganegaraan Israel dan menjadi warga negara Inggris karena jengkel dengan kebijakan yang dibuat oleh Israel. Mantan pemain timnas sepakbola Prancis, Eric Cantona juga memberikan dukungan terhadap Palestina dengan menuliskan sebuah kalimat “Bebaskan Palestina berarti berhenti mengurung 2,3 jjuta warga Palestina dari penjara terbesar dunia, separuh dari mereka adalah anak-anak”. (Majalah Suara Muhammadiyah, November 2023. Hal. 7)

Dukungan yang datang dari berbagai negara, agama, ormas,  lembaga-lembaga kemanusiaan, artis, influencer, dan atlet terhadap Palestina menyadarkan saya untuk terus ikut berjuang dan mengajak lingkungan terdekat yaitu keluarga agar terus berada di barisan yang benar. Dalam keluarga kecil kami, saya dan istri akhir-akhir ini banyak membicarakan tentang Palestina. Hal ini kami lakukan saat ada anak-anak, harapannya anak-anak juga mendapatkan pengetahuan tentang konflik Palestina dan Israel sehingga bisa menentukan sikap untuk mendukung Palestina. Berita-berita dan info terkini tentang Palestina tidak luput untuk kami tonton bersama anak-anak. Saat ada anak kecil yang ditembaki oleh Israel, maka empati kami munculkan dan ternyata juga diikuti oleh anak-anak kami. Berita tentang seruan boikot produk Israel kami perlihatkan pada anak-anak. kami sampaikan pada mereka untuk saat ini agar tidak jajan merk-merk produk yang pro Israel.

Pola Pendidikan ini Alhamdulillah bisa terinternalisasi dalam diri anak kami yang usianya 3 tahun, 4 tahun, dan 8 tahun. Saat di sekolah mereka ada seruan penggalangan dana untuk Palestina, mereka begitu antusias meminta dana ke kami untuk disumbangkan ke Palestina melalui sekolahannya. Saat pergi ke minimarket dan melihat jajanan yang biasa dibeli, dengan tegasnya menyampaikan “ngga mau beli jajan ini lagi, karena pro Israel.” Bendera-bendera Palestina yang banyak berkibar di tempat-tempat yang mereka lewati ternyata juga tidak luput dari perhatiannya. Mereka mendo’akan Palestina menang.

Masing-masing keluarga tentu memiliki cara masing-masing dalam mendukung Palestina. Apa pun caranya, tujuannya sama yaitu mendukung penuh Palestina untuk merdeka dan mengutuk keras serangan Israel yang tidak berperikemanusiaan. Hal-hal yang kami sebutkan di atas adalah upaya dan langkah kecil yang bisa kami lakukan dan mulai dari keluarga. Saya yakin, Anda semua yang baca tulisan ini sudah menerapkan dan mengajak seluruh anggota keluarga untuk pro Palestina. Semoga Allah istiqomahkan kita untuk berada di jalan yang benar.

 

 

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here