SYUKUR MENDATANGKAN KEAJAIBAN

0
869

SYUKUR MENDATANGKAN KEAJAIBAN

Oleh:

Agung Nugroho Catur Saputro

 

 

Dalam surat Ibrahim ayat 7 Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”(QS. Ibrahim: 7). Ayat ini jika kita hayati akan mampu membangkitkan jiwa optimis dan semangat juang dalam diri kita. Ayat ini bisa menjadi penyemangat kita bahwa dalam kehidupan ini akan ada kajaiban-keajaiban yang mungkin terjadi pada kita atas kehendak Allah swt. Keajaiban-keajaiban tersebut terjadi karena kita pandai mensyukuri nikmat-Nya.

Di dunia ini pasti sudah banyak orang yang mengalami keajaiban dalam kehidupannya. Jika kata keajaiban dipandang terlalu berlebihan, mungkin bisa kita ganti dengan istilah kejutan membahagiakan yang tidak disangka-sangka atau tidak masuk akal. Ya, mungkin kejutan membahagiakan dari Allah Swt dirasa lebih tepat untuk menggambarkan nikmat Allah Swt yang diberikan kepada kita dimana nikmat tersebut melebihi keinginan atau ekspektasi kita.

Kita harus meyakini bahwa Allah Swt mempunyai hak prerogatif untuk membantu hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Allah Swt tidak memerlukan pertimbangan siapapun untuk memberikan “kejutan” kepada siapapun karena Allah Swt adalah Tuhan yang Maha Berkehendak. Oleh karena itu, di samping kita mengimani bahwa alam semesta ini berproses dan bergerak sesuai aturan sistem yang dibuat-Nya, kita juga harus mengimani bahwa Allah Swt juga bisa melakukan kehendak-Nya di luar aturan sistem alam semesta yang sudah established. Kehendak-kehendak Allah Swt yang berada di luar aturan baku sistem alam (sunnatullah) inilah yang kita kenal dengan keajaiban atau kejutan di luar ekspektasi.

Allah Swt akan memberikan keajaiban-keajaiban kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Kepada siapa saja Allah Swt akan memberikan keajaiban-keajaiban-Nya? Jika merujuk kepada firman-Nya dalam surat Ibrahim ayat 7 di atas, maka dapat kita ketahui bahwa Allah Swt menyukai orang-orang yang bersyukur. Allah Swt ridha pada orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat-nikmat yang diterimanya. Kepada para hamba yang pandai bersyukur tersebut, Allah Swt memberikan kejutan kebahagiaan berupa pemberian tambahan nikmat yang berlipat ganda.

Dengan mengkaitkan antara makna tersirat dalam surat Ibrahim ayat 7 dengan keajaiban dari Allah Swt, penulis menyimpulkan bahwa Allah Swt akan memberikan keajaiban kepada hamba-hamba yang pandai bersyukur. Kepada para hamba ahli syukur inilah Allah ridha dan akan melipatgandakan nikmat-nikmat-Nya. Nikmat-nikmat Allah Swt yang berlipat ganda ini pastilah sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh kita, atau juga berada di luar harapan (ekspektasi) kita. Suatu kejadian yang di luar nalar dan tidak disangka-sangka inilah yang kita sebut dengan keajaiban.

Semua orang pasti menginginkan mengalami keajaiban-keajaiban dalam perjalanan kehidupannya. Untuk kemungkinan agar dapat memperoleh keajaiban dari Allah Swt, kita harus melakukan perbuatan-perbuatan yang disukai-Nya. Dan ternyata Allah Swt sangat suka dengan orang yang bersyukur. Maka, kata kunci untuk mendapatkan kejutan nikmat Allah Swt berupa keajaiban hidup adalah kita harus pandai mensyukuri nikmat dari-Nya. Bersyukur tidak cukup hanya dengan mengucapkan terima kasih yaitu membaca hamdallah, tetapi harus ditunjukkan dalam tindakan nyata berupa perilaku memperbaiki kualitas hidup.

Untuk meningkatkan kualitas hidup, kita harus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Proses transformasi menjadi pribadi yang lebih baik merupakan proses alami yang seharusnya berlangsung terus-menerus dalam diri setiap orang. Karena pada fitrahnya setiap orang itu baik dan menyukai kebaikan. Hanya karena pengaruh lingkungan yang kurang baik menyebabkan proses perbaikan diri mengalami hambatan dan rintangan. Di dukung dengan munculnya godaan kenikmatan, kemewahan, dan gemerlapan kehidupan dunia mengakibatkan sebagian orang lupa dengan proses transformasi dirinya. Di sinilah kita dingatkan melalui konsep syukur agar kita kembali pada hakikat kehidupan kita sebagai makhluk yang memiliki kecenderungan menuju kondisi baik. Wallahu a’lam bish-shawab. []

 

Gumpang Baru, 15 Maret 2023

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here