Kopdar Seru, Lima puluh ribu dapat Buku

0
1348

“Menulislah dengan hati, pesan Prof. Imam Suprayogo. Jangan ragu. Terus menulis setiap hari sepanjang waktu”.

Meski kita tahu itu, nyatanya tak mudah bagi kita mewujudkannya. Bergabung di komunitas menulis membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Setor tulisan wajib satu bulan satu kali dan satu kali setoran sunah adalah upaya organisasi untuk support keinginan itu.

Kopdar Sahabat Pena Kita digelar enam bulan sekali. Saya mengikuti kopdarnya sejak kopdar keempat Sahabat Pena Nusantara di ruang rektorat Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Tentu saja saya sangat bersyukur bergabung dengan komunitas penulis Indonesia-Malaysia ini. Tak hanya semangat menulis yang diasah, namun lebih dari itu adalah terbangunnya sebuah sistem organisasi kepenulisan.

Pengurus dipilih. Aturan organisasi dibuat. Iuran anggota sebesar lima puluh ribu tiap bulan ditetapkan. Targetnya jelas, kami ingin buku kami terbit dan terbit selalu. Momen kopdar menjadi menarik karena dilangsungkan seminar kepenulisan untuk anggota SPK dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat luas. Lebih penting lagi adalah diterbitkannya buku antologi kami.

Antologi adalah tulisan keroyokan. Bukan itu yang utama, karena yang utama adalah tumbuh suburnya semangat menulis pada diri kami. Organisasi SPK memotivasi kami untuk menerbitkan buku solo, tandem, pun jurnal.

Kopdar IV SPK di UNISMA yang berlangsung 25-26 Januari 2020 kali ini memberikan kejutan baru. Tiga antologi kami dilaunchingkan: Moderasi Beragama, Sejuta Alasan Mencintai Indonesia dan Guru Pembelajar. Editornya adalah Mas Halim Fathani, Mas Abdul Azis Tata Pangarsa dan Mas Hayat. Sebuah bukti.kesungguhan panitia penerima untuk menyukseskan kopdar Malang.

Sungguh tidak sia-sia kami bertiga datang ke Kopdar ini. Saya dan mas Syahrul naik kereta Malioboro Ekspress bersama Penasehat SPK sekaligus Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag. yang selalu hadir di setiap kopdar. Dari beliaulah kami.belajar arti kesungguhan, kesabaran dan istiqamah menulis.

Ketua SPK Bapak Dr. M. Arfan Mu’ammar, M.Pd. tetap santun dan penuh kelembutan dalam koordinasi dengan saya selaku sekretris dan Bu Budiyanti bendahara. Ini membuat kami nyaman dalam menunaikan amanah yang dibebankan pada kami.

Di kopdar ini pula, kami mendapatkan motivasi menulis jurnal dari Wakil Rektor 1 Unisma, Prof. Drs. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D. Pak Jun ternyata asal Yosowilangun Lumajang. Perjalanannya menempuh studi dan tembus jurnal internasional adalah suatu prestasi tersendiri yang patut diacungi jempol dan diteladani.

Prof. Muhammad juga tampil sebagai pemateri, menyampaikan “Menulis:Bekerja untuk Keabadian”. Mosaik memeĀ  adalah buku terbaru beliau yang menarik kita kaji dan renungkan. Terus berkarya adalah pilihan.

Salam literasi.

Segera yuk setor, hindari pentol.

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here