PASANGAN SURAT DALAM AL-QURAN

0
162

Muhammad Chirzin

Al-Quran ibarat lautan tak bertepi, sumur tanpa dasar. Rasulullah saw bersabda, “Al-Quran adalah jamuan Tuhan. Rugilah orang yang tidak menghadiri jamuan-Nya, dan lebih rugi lagi yang hadir tetapi tidak menyantapnya.”

Allah swt berfirman tentang Al-Quran sebagai berikut.

Thaha. Kami tidak menurunkan Al-Quran kepadamu supaya kamu menderita, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah. Suatu wahyu dari Dia Yang telah menciptakan bumi dan langit yang tinggi. Allah Maha Pemurah, Yang tegak kukuh di atas singgasana kekuasaan-Nya. (QS Thaha/20:1-5).

Demikianlah Kami menurunkannya, Al-Quran dalam bahasa Arab, dan Kami terangkan di dalamnya beberapa peringatan, supaya bertakwa, atau membuat mereka ingat kepada Allah. Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenarnya. Janganlah kau tergesa-gesa mendahului Al-Quran sebelum wahyunya selesai diberikan kepadamu, tetapi katakanlah: “Tuhanku, berilah tambahan ilmu kepadaku.” (QS Thaha/20:113-114).

Para ulama menggambarkan keagungan Al-Quran antara lain sebagai berikut.

Ayat-ayat Al-Quran bagaikan intan: setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dari apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. Dan tidak mustahil, jika Anda mempersilakan orang lain memandangnya, ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang Anda lihat (Abdullah Darraz).

Al-Quran adalah pengantin wanita yang menyembunyikan wajahnya. Bila engkau membuka cadarnya dan tidak mendapatkan kebahagiaan, itu karena caramu membuka cadar telah menipu dirimu sendiri. Apabila engkau mencari kebaikan darinya, ia akan menunjukkan wajahnya, tanpa perlu kaubuka cadarnya. (Jalaluddin Rumi).

Al-Quran adalah jaring untuk menangkap jiwa manusia. Seperti ikan, manusia berenang dari satu tempat ke tempat lain, dan Tuhan memasang jaring ke dalam mana manusia terjerat, demi kebahagiaannya sendiri. (Fritjof Schuon).

Jika Anda ingin berbicara dengan Allah, berdoalah, dan jika Anda ingin Allah berbicara dengan Anda, bacalah Al-Quran. (M. Quraish Shihab).

Al-Quran memiliki keampuhan bahasa yang tak tertandingi, lebih dari sekadar bentuk atau gayanya, tapi juga karena isi pesan yang dikandungnya. Kekuatan penggerak bahasa Al-Quran terletak pada kemampuan dan keampuhannya menghadirkan ide-ide ketuhanan, kemanusiaan dan wawasan kosmik, yang sama sekali baru dari kepercayaan paganisme Arab, yang sulit diingkari oleh nalar sehat dan hati yang jernih dan terbuka (Komaruddin Hidayat).

Tak seorang pun tahu rahasia

Hingga seorang mukmin

Ia tampak sebagai pembaca

Namun Kitab itu ialah dirinya sendiri.

(Mohammad Iqbal)

 

Para ulama berpendapat bahwa ayat-ayat Al-Quran saling menafsirkan. Hal itu ditandai dengan sejumlah ayat yang mengungkap tentang pesan-pesan tertentu, misalnya tentang tauhid, kenabian, keadilan, dakwah, dan kepemimpinan.

Di samping itu terdapat keserasian dan kaitan satu ayat dengan ayat yang lain, maupun satu surat dengan surat yang lain. Dalam hal yang terakhir penulis menyebutnya berpasangan. Berikut beberapa pasangan surat dalam Al-Quran (ditulis terjemahnya).

 

Surat Adh-Dhuha dengan Al-Insyirah

  1. Demi cahaya pagi yang cemerlang,
  2. Dan demi malam bila sedang hening,
  3. Tuhanmu tidak meninggalkan kau dan tidak membencimu.
  4. Sungguh, yang kemudian akan lebih baik bagimu daripada yang sekarang.
  5. Tuhanmu kelak memberimu apa yang menyenangkan kau.
  6. Bukankah Dia mendapati kau sebagai yatim, lalu Dia melindungi?
  7. Dia mendapati kau tak tahu jalan, lalu Dia memberi bimbingan.
  8. Dia mendapati kau dalam kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
  9. Sebab itu, janganlah kau berlaku sewenang-wenang kepada anak yatim.
  10. Dan orang yang meminta, janganlah kaubentak.
  11. Dan nikmat Tuhanmu, hendaklah kausiarkan!

(Adh-Dhuha/93:1-11)

  1. Bukankah telah Kami lapangkan dadamu?
  2. Dan Kami singkirkan bebanmu?
  3. Yang memberatkan punggungmu?
  4. Dan Kami angkat namamu?
  5. Maka, sungguh, bersama kesulitan kemudahan,
  6. Sungguh, bersama kesulitan kemudahan.
  7. Maka, jika engkau telah selesai dari tugasmu, tetaplah bekerja keras,
  8. Dan kepada Tuhanmu tujukanlah perhatianmu.

(Al-Insyirah/94:1-8)

 

Surat At-Tin dengan Al-‘Ashr

  1. Demi Tin dan Zaitun,
  2. dan demi bukit Sinai,
  3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
  4. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia sebaik-baiknya.
  5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
  6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
  7. Apakah yang menyebabkan kamu mendustakan pembalasan sesudah keterangan itu?
  8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

(QS At-Tin/95:1-8)

 

  1. Demi waktu sepanjang sejarah.
  2. Sungguh, manusia benar-benar dalam kerugian,
  3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati untuk mentaati kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran.

(QS Al-‘Ashr/103:1-3)

 

Surat Az-Zalzalah dengan Al-Qari’ah

  1. Bila bumi terguncang dengan guncangan yang dahsyat,
  2. Dan bumi mengeluarkan segala bebannya dari dalam,
  3. Dan manusia berterial kebingungan: “Mengapa bumi begini?”
  4. Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
  5. Karena Tuhanmu memerintahkan sedemikian kepadanya.
  6. Pada hari itu manusia tampil terpilah-pilah dalam kelompok-kelompok untuk diperlihatkan segala amal perbuatannya,
  7. Siapa yang mengerjakan amal kebaikan seberat zarah pun, ia akan melihatnya.
  8. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, ia akan melihatnya.

(Az-Zalzalah/99:1-8)

 

  1. Hari hiruk pikuk dan malapetaka.
  2. Apakah hari pikuk dan malapetaka?
  3. Apa yang kamu tahu apakah hari pikuk dan malapetaka itu?
  4. Itulah hari ketika manusia seperti anai-anai yang beterbangan,
  5. Dan gunung-gunung akan bagaikan bulu yang terurai.
  6. Maka siapa yang timbangan amal kebaikannya berat,
  7. Akan hidup bahagia.
  8. Tetapi siapa yang timbangan amal kebaikannya ringan,
  9. Maka tempat tinggalnya lubang yang paling dalam.
  10. Apa yang kamu tahu lubang yang paling dalam?
  11. Itulah api yang membara.

(Al-Qari’ah/101/1-11)

 

Surat Al-Muzzammil dengan Al-Muddatstsir

  1. Hai orang yang berselimut!
  2. Bangunlah (untuk melakukan shalat) malam ini, yang hanya Sebagian kecil,
  3. Separuhnya atau kurang dari itu sedikit.
  4. Atau lebihkanlah, dan bacalah Al-Quran perlahan, dengan nada dan irama.
  5. Sungguh, Kami akan turunkan kapadamu perkataan yang berat.
  6. Sungguh, bangun malam sangat kuat mengisi jiwa, dan lebih berkesan.
  7. Sungguh, di siang hari engkau disibukkan dengan tugas-tugas yang panjang.
  8. Ingatlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.

(QS Al-Muzzammil/73:1-8)

 

  1. Hai orang yang berselubung!
  2. Bangunlah, dan berilah peringatan!
  3. Dan agungkanlah Tuhanmu!
  4. Dan jagalah kebersihan pakaianmu!
  5. Dan tinggalkanlah segala yang keji!
  6. Dalam memberi janganlah mengharapkan yang lebih banyak untuk dirimu!
  7. Demi Tuhanmu, bersabarlah!

(QS Al-Muddatstsir/74:1-7)

 

*Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. Guru Besar Tafsir Al-Quran UIN Sunan Kalijaga, penulis 60-an buku.

Bagikan

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here